in

Corona Virus Mempengaruhi Bagi Nilai Tukar Terhadap Dolar AS Hari Ini Rp 16.400

Covid-19 di Indonesia membuat mata uang rupiah melemah dan dolar AS menguat. Melansir Bloomberg, Kamis (19/3/2020) saat ini Rupiah Indonesia turun ke level terlemah.

Hari ini Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (23/3/2020), terdepresiasi ke kisaran Rp 16.400 per dolar AS.

Menurut data Bloomberg, rupiah pukul 09.20 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 16.460 per dolar AS atau terdepresiasi 500 poin (3,13 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 15.960. Transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.975-Rp 16.460 per dolar AS. Secara year-to-date, rupiah terkoreksi hingga 18,7 persen.

Hal ini mengimbas pada hasil obligasi 10 tahun naik 17 basis poin, sementara indeks saham negara anjlok lebih dari 5 persen, yang memicu penghentian perdagangan untuk ketiga kalinya dalam seminggu.

“Untuk IDR, sangat sulit untuk memanggil bottom sekarang.”

“dan akan turun dua kali lipat jika Indonesia melakukan penutupan total,” kata Mingze Wu, seorang pedagang valuta asing di INTL FCStone di Singapura yang Tribunnews kutip dari Bloomberg.

Baca Juga  6 Saham LQ45 Menguat Melawan Pergerakan Pasar

Pelemahan rupiah terjadi karena tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara Asia Tenggara.

“Pergerakan mata uang di negara yang memiliki risiko penularan virus corona meningkat seperti Indonesia, mungkin masih melihat pergerakan mata uang volatil untuk sementara,” kara Yanxi Tan, ahli strategi Valasi di Malayan Banking Bhd.

Menurut data Reuters, rupiah pagi ini berada di level Rp 16.500 atau terkoreksi 600 poin (3,77 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya. Rupiah berada di level terkuat di Rp 16.000 dan terlemah di Rp 16.500.

Merespons dampak virus corona, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 18-19 Maret 2020 lalu telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen. Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

BI juga mengeluarkan tujuh kebijakan lainnya untuk dapat memastikan ketersediaan likuiditas rupiah dan valas, sehingga dampak penurunan suku bunga terhadap penurunan suku bunga kredit perbankan akan lebih cepat.

Baca Juga  5 Langkah untuk Menghindari Kehancuran dalam Masa Resesi Ekonomi

Tujuh kebijakan tersebut yaitu :

1) Memperkuat triple intervention

2) Memperpanjang tenor repo SBN sampai dengan 12 bulan, dan menyediakan lelang harian dengan jumlah unlimited

3) Menambah frekuensi lelang FX Swap tenor 1M, 3M,6M, dan 12M dari tiga kali seminggu menjadi setiap hari

4) Memperkuat term deposit valas

5) Mempercepat ketentuan berlakunya rekening Vostro untuk mendorong instrument hedging DNDF

6) Memperluas insentif GWM rupiah yang semula hanya ditujukan bagi bank yang menyalurkan kepada aktivitas ekspor impor, diperluas kepada yang menyalurkan ke UMKM dan sektor lain

7) Memperkuat sistem pembayaran.

5 pilihan investasi saat Rupiah sedang melemah

5 Pilihan Investasi saat Rupiah sedang Melemah

Volatilitas IHSG

IHSG Diramalkan Rebound di Perdagangan Hari Ini