in

Indonesia Tarik Hutang Rp 4,95 T Dari Bank Dunia

Di tengah corona yang sedang mewabah di seluruh dunia, Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan dampaknya juga. Dilansir dari detik.com per 23 Maret, kasus positif corona di Indonesia menjadi 579, dari jumlah tersebut 48 pasien meninggal dunia dan 29 lainnya sembuh.

Setelah kejadian sebelumnya pemerintah selalu menekankan bahwa Indonesia berstatus negatif virus Corona, minggu lalu Presiden Jokowi secara mengejutkan mengumumkan terdapat dua WNI yang terdampak virus dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

Dan menariknya, itu bertepatan dengan International Monetary Fund (IMF) yang mengumumkan akan memberikan dana pinjaman sebesar US$ 50 miliar atau sekitar Rp 705,6 triliun untuk penanganan virus Corona.

Atas kondisi tersebut, terdapat dugaan yang menyebutkan bahwa diumumkannya dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus Corona oleh Presiden Jokowi minggu lalu memiliki motif politik dan ekonomi.

Singkat kata, pengumuman tersebut diduga agar pemerintah Indonesia memiliki alasan untuk mendapatkan dana pinjaman dari Bank Dunia.

Kendati dugaan tersebut telah dibantah oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Baca Juga  Dolar Singapura Tembus Rp10.600, Rekor Sejak 2019

Dengan kondisi ekonomi Tiongkok yang tengah melemah, tentu menjadi masuk akal apabila berseliweran dugaan yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi tengah menengok kembali IMF selaku “kawan lama” Indonesia, menimbang pada biaya penanganan virus Corona memakan biaya yang cukup menguras keuangan negara.

Lantas, benarkah pengumuman dua kasus virus Corona oleh Presiden Jokowi tersebut bertujuan sebagai “dalih” untuk meminjam dana dari IMF? Menurut kalian bagaimana?

Akhirnya pada Senin, 23/03/2020 14:40 WIB IMF baru saja menyetujui pinjaman sebesar US$300 juta atau setara Rp4,95 triliun (berdasarkan kurs Rp16.500 per dolar AS) untuk Indonesia. Pinjaman disetujui di tengah penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengungkapkan pinjaman diberikan dalam rangka mendukung pemerintah mempercepat reformasi di sektor keuangan.

Sebab, pembangunan sektor keuangan berperan penting dalam proses pencapaian target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Sektor keuangan yang sehat dan berfungsi dengan baik sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan Indonesia serta mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi pemerintah dan pengentasan kemiskinan, terutama di tengah kondisi global yang terus menantang,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (23/2).

Baca Juga  6 Saham LQ45 Menguat Melawan Pergerakan Pasar

Lebih lanjut, menurutnya, sektor keuangan Indonesia perlu direformasi, meski secara fundamental, ekonomi Tanah Air cukup kuat.

Pasalnya, sektor keuangan di dalam negeri hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen dan tingkat kemiskinan satu digit sebesar 9,22 persen pada akhir tahun lalu.

 

 

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 24 Maret 2020

Harga emas kembali meningkat

Harga Emas Kembali Melesat Karena Stimulus The Fed