in

Karyawan Non-Muslim Berhak Atas THR Juga

Karyawan Non-Muslim Berhak Atas THR Juga
Karyawan bawa uang THR (C) SHUTTERSTOCK

Ternyata, tak hanya karyawan Muslim saja yang berhak menerima Tunjangan Hari Raya. Karyawan non-Muslim berhak atas THR juga dari perusahaan. Kapan waktunya? Bisa bersamaan dengan waktu penerimaan THR untuk karyawan Muslim, bisa juga berbeda.

THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha dan merupakan hak karyawan. Pemberian THR ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Permenaker itu adalah aturan turunan dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dalam penjelasannya, THR itu harus dibayarkan perusahaan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan. Adapun nominalnya beragam, berbeda tiap perusahaan, bahkan tiap karyawan. Yang jelas, pengusaha nakal yang tak memberikan hak berupa THR tanpa adanya kesepakatan dengan karyawan bakal dikenai sanksi beragam.

Yang dimaksud Hari Raya Keagamaan di dalam Permenaker No.6/2016 ini dijelaskan di Pasal 1 ayat 2. Hari Raya Keagamaan itu adalah Hari Raya Idul Fitri bagi karyawan yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi yang beragama Kristen Katholik dan Kristen Protestan, Hari Raya Nyepi bagi yang beragama Hindu dan Hari Raya Waisak bagi yang beragama Budha. Kesimpulannya, THR Keagamaan tidak hanya berhak didapatkan oleh karyawan yang beragama Islam saja, melainkan diberikan kepada semua karyawan tanpa memandang apa agamanya.

Baca Juga  Perusahaan Bayar THR Lebaran Lebih Rendah, Bolehkah?

Kapan Karyawan Non-Muslim Dapat THR?

Karyawan non-Muslim akan mendapatkan THR satu kali dalam setahun sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing karyawan. Hal itu sudah diatur dalam Pasal 5 Ayat 1 Permenaker No.6/2016.

Meski demikian, ada ketentuan pengecualian yang memungkinkan karyawan non-Muslim mendapatkan THR Keagamaan tidak pada Hari Raya sesuai agamanya. Bisa jadi karyawan non-Muslim itu bersamaan dengan karyawan yang beragama Islam.

Permenaker No.6/2016 dalam Pasal 5 Ayat 3 mengatur pemberian THR Keagamaan bisa disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing pekerja, kecuali ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Tentunya, kesepakan tersebut harus dicantumkan dalam sebuah perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Kesimpulannya, adanya kesepakatan ini memungkinkan karyawan non-Muslim mendapatkan haknya berupa THR Keagamaan bersamaan dengan karyawan beragama lainnya, Hari Raya Idhul Fitri misalnya.

THR Tidak Cair, Laporkan ke Posko Pengaduan Kemenaker

THR Tidak Cair, Laporkan ke Posko Pengaduan Kemenaker

Bank BNI buka lowongan kerja

Bank BNI Buka Lowongan untuk 3 Posisi, Berikut Persyaratannya