in

Karyawan Paruh Waktu Berhak Atas THR Juga

Nominal Gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara
Karyawan pegang uang THR (C) SHUTTERSTOCK

Ternyata, tak hanya karyawan tetap saja yang berhak menerima Tunjangan Hari Raya. Karyawan paruh waktu berhak atas THR juga dari perusahaan. Berapa nominalnya? Apakah sama dengan THR yang diterima oleh karyawan tetap?

Selain menjadi kewajiban perusahaan, THR Keagamaan juga merupakan pendapatan non upah yang menjadi hak karyawan. Kewajiban memberi THR ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Permenaker ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

THR Keagamaan harus dibayarkan perusahaan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan tersebut. Semua karyawan berhak menerima uang THR Keagamaan, tak peduli apa agamanya. Mau dia beragama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu atau Budha, karyawan itu tetap berhak mendapatkan THR Keagamaan.

Yang jelas, pengusaha nakal yang tak memberikan hak berupa THR tanpa adanya kesepakatan dengan karyawan bakal dikenai sanksi beragam. Memang, THR bisa dibayarkan perusahaan secara mencicil atau ditunda waktunya. Hanya saja, hal ini harus melalui dialog dengan karyawan yang dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Baca Juga  Sifat Buruk yang Harus Dihindari Karyawan Baru

THR Juga Hak Karyawan Paruh Waktu

Permenaker No.6/2016 sudah jelas mengatur siapa yang berkewajiban mengeluarkan THR Keagamaan, dan siapa saja yang berhak menerimanya. Karyawan paruh waktu pun masuk dalam daftar penerima Tunjangan Hari Raya yang diberikan setahun sekali setiap jelang hari raya keagamaan sesuai agama si karywan.

Sesuai yang tertera di Pasal 2 Permenaker No.6/2016, pengusaha wajib untuk memberikan THR Keagamaan kepada karyawannya yang sudah memiliki masa kerja minimal satu tahun atau lebih secara terus-menerus.

Yang patut dicatat oleh pengusaha, Permenaker tersebut tidak membedakan status karyawan yang berhak menerima THR Keagamaan itu. Mau statusnya telah menjadi karyawan tetap, karyawan paruh waktu ataupun karyawan kontrak, tetap berhak mendapatkan THR Keagamaan.

BUMN mencari utang valuta asing (Valas) dari luar negeri

BUMN Mencari Utang Valas, Berikut Risikonya

Nilai THR Lebaran Bisa Lebih Besar dari Semestinya

Nilai THR Lebaran Bisa Lebih Besar dari Semestinya