in

Nilai THR Lebaran Bisa Lebih Besar dari Semestinya

Nilai THR Lebaran Bisa Lebih Besar dari Semestinya
Uang THR (C) SHUTTERSTOCK

Memang, tiap perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada karyawan dengan nilai yang berbeda-beda. Nilai THR lebaran bisa lebih besar dari semestinya yang didapatkan.

THR Keagamaan adalah kewajiban perusahaan sekaligus hak bagi para karyawan berupa pendapatan non upah. Hak dan kewajiban ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Permenaker tersebut merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Perusahaan harus membayarkan THR Keagamaan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan masing-masing karyawan. Semua karyawan berhak menerima THR Keagamaan. Jika tidak, maka sanksi untuk pengusaha sudah menanti dari Kemenaker.

Jika ada perusahaan yang tak sanggup membayarkan THR secara penuh, maka harus menggelar dialog dengan karyawan. Biasanya kesepakatannya perusahaan akan mencicil uang THR atau menunda pembayarannya dalam jangka waktu sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil kesepakatan pun harus dilaporkan pihak perusahaan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Baca Juga  Perusahaan di Sumbar Dilaporkan Karena Tidak Bayar THR

Syarat THR Lebaran Bisa Lebih Besar dari Semestinya

Apakah mungkin seorang karyawan mendapatkan THR lebaran dengan nilai yang lebih besar dari semestinya? Bisa saja hal itu terjadi, tetapi dengan syarat-syarat tertentu yang sudah ditetapkan.

Yang memungkinkan hal itu terjadi adalah adanya peraturan perusahaan (PP), atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), atau kesepakatan kerja lainnya. Biasanya, baik PP, PKB, atau kesepakatan kerja lainnya itu dibuat antara perusahaan dan karyawan.

Bisa jadi di dalamnya terdapat kesepakatan yang memuat ketentuan jumlah THR dengan nominal tertentu. Bisa saja nominal itu lebih tinggi dari nilai THR Keagamaan yang sudah menjadi ketentuan Permenaker No.6/2016. Maka, karyawan yang memiliki PP, PKB, atau kesepakatan kerja lainnya dengan perusahaan itu akan menerima THR lebaran dengan nilai lebih besar dari semestinya.

Peraturan Menteri tidak mengatur mengenai nilai THR yang boleh lebih besar dari semestinya ini. Jika ada perusahaan yang memberikan THR sebesar dua atau tiga bulan gaji berdasarkan masa kerja si karyawan, itu tidak masalah. Dengan demikian, ketentuan nilai THR yang tertera dalam Peraturan Menteri (yang nilainya lebih kecil dari kesepakatan dengan perusahaan) gugur dengan sendirinya.

Baca Juga  Pengusaha Wajib Bayar THR Karyawan, Inilah Ketentuannya
Karyawan Paruh Waktu Berhak Atas THR Juga

Karyawan Paruh Waktu Berhak Atas THR Juga

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Mei 2020