in

Gebrakan Ekonomi Diusulkan Ekonom, Ada Apa?

gebrakan ekonomi
Photo by Pepi Stojanovski on Unsplash

Banyak ekonom yang menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan gebrakan ekonomi pada kuartal III 2020. Hal ini dilakukan agar ekonomi Indonesia bisa bangkit.

Beberapa ekonom menyatakan bahwa gebrakan ekonomi tersebut harus dilakukan sebagai pelengkap kebijakan ekonomi yang sudah dirilis oleh pemerintah Indonesia.

Gebrakan Ekonomi Menurut Ekonom

Dilansir dari CNNIndonesia, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Pieter Abdullah hal tersebut harus segera dilaksanakan pada semester II 2020.

Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah memberikan bantuan untuk dunia usaha pada semester II 2020.

Hal tersebut harus dilakukan karena pemerintah Indonesia belakangan ini terlalu fokus memberikan bantuan kepada masyarakat saja.

Padahal menurut Pieter, likuiditas ekonomi Indonesia pada saat ini dinilai cukup kering. Hal ini terjadi karena roda ekonomi yang terhenti karena adanya Corona.

Oleh karena itu, pemberian bantuan kepada dunia usaha harus segera diberikan.

Selama pandemi ini, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah memberikan bantuan kepada dunia usaha, namun hanya sebatas potongan pajak dan restrukturisasi kredit.

Baca Juga  Usaha Presiden BJ Habibie Menaikkan Nilai Tukar Rupiah

Pieter menyatakan bahwa insentif tersebut harus diberikan agar titik balik ekonomi di Indonesia bisa berjalan dengan optimal.

Salah satu jenis insentif yang bisa di berikan adalah pemberian gaji bagi karyawan dengan jumlah 75 persen. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban perusahaan.

Salahs atu negara yang sudah menerapkan jenis insentif ini adalah Jerman. Akan tetapi, kebijakan ini harus dilakukan sesuai dengan kapasitas tiap negara.

Pieter menyatakan bahwa suntikan bantuan ini bisa memberikan efek langsung kepada karyawan perusahaan dan membuat roda ekonomi bisa berputar menjadi lebih cepat.

Pieter juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan melambat pada kuartal II 2020.

Nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih ada di zona merah pada kuartal III 2020, walaupun nilainya tidak sejelek kuartal II 2020.

Sedangkan pada kuartal IV 2020, kondisi ekonomi Indonesia diharapkan bisa bergerak ke arah positif sehingga pemulihan ekonomi bisa berjalan pada tahun 2021.

Akan tetapi, hal ini bisa terjadi jika jumlah penyebaran kasus virus Corona di Indonesia bisa ditekan dan tidak terjadi yang namanya second wave atau gelombang dua kasus virus Corona.

Baca Juga  Wow! Investasi Asing Sebesar US$ 163 miliar Akan Guyur RI!
Siapkan Dana Darurat untuk Lebaran

Jenis Investor Sesuai Tujuan Berinvestasi

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 2 Juni 2020