in

Pemulihan Ekonomi RI Masih Butuh Waktu

pemulihan ekonomi RI
Photo by Adeolu Eletu on Unsplash

Sejak adanya pandemi Corona, kondisi ekonomi RI menjadi amburadul. Oleh sebab itu, PR pemerintah Indonesia saat ini adalah pemulihan ekonomi RI.

Ekonomi RI memang masih bisa tumbuh melalui beberapa sektor andalan seperti sektor konsumsi dan rumah tangga.

Akan tetapi, pemulihan ekonomi RI tidak bisa melaju secara signifikan dan membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan untuk pulih kembali.

Pemulihan Ekonomi RI Butuh Waktu

Dilansir dari CNBCIndonesia, konom senior Faisal Basri menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki trek baru dalam 5 tahun ke depan.

Faisal juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut akan melaju lebih rendah daripada potensi output yang dimiliki.

Faisal menilai bahwa dalam 5 tahun ke depan kemungkinan terjadinya output loss yang seharusnya bisa dilakukan oleh ekonomi Indonesia masih besar.

Faisal mengatakan bahwa agar ekonomi Indonesia bisa berjalan naik seperti seharusnya, bakal membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Pernyataan Faisal ini sejalan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga  Indonesia Naik Kelas, Untungnya Buat Masyarakat?

Sebagai informasi, Luhut sempat menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan agar ekonomi Indonesia bisa recovery adalah tidak sebentar.

Menurutnya pemulihan tersebut akan berlangsung dalam 5 tahun jika kebijakan yang diberikan cukup baik.

Luhut juga sempat memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada kuartal II 2020.

Luhut menyatakan bahwa memang pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil menguat sebesar 2,97 persen pada kuartal I 2020.

Jika dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan tersebut dinilai masih sangat bagus karena negara lain banyak yang mengalami kontraksi.

Akan tetapi, pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan berjalan di bawah.

Jika dilihat secara year-to-year, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 mengalami penurunan yang cukup tajam.

Hal ini dikarenakan pada kuartal I 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil menyentuh 5,1 persen.

Salah satu faktor penyebab menurunnya angka pertumbuhan ekonomi tersebut adalah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Adanya PSBB membuat aktivitas ekonomi di Indonesia menjadi kurang efektif.

Akan tetapi, sektor yang dijadikan unggulan dalam menghadapi menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sektor konsumsi.

Baca Juga  Saham Bank Turun, Bahkan Sampai Kena ARB

Ada 7 sektor industri yang diunggulkan dan diharapkan bisa memberikan sumbangsih untuk ekonomi dalam negeri hingga mencapai 69 persen

Emiten RI Asean Asset Class

10 Emiten RI Ada di ASEAN Asset Class

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 11 Juni 2020