in

Ketimpangan Stimulus Corona UMKM dan Pengusaha

ketimpangan stimulus corona
Photo by Jason Leung on Unsplash

Demi menghadapi virus Corona, pemerintah Indonesia memberikan stimulus untuk UMKM dan pengusaha. Akan tetapi, ekonom menilai ada ketimpangan stimulus Corona tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad.

Dilansir dari CNNIndonesia, Tauhid menilai stimulus yang diberikan pemerintah Indonesia ini masih kurang kuat untuk UMKM.

Bahkan, stimulus untuk UMKM ini memiliki nilai yang lebih kecil daripada stimulus yang diberikan untuk perusahaan besar.

Tauhid juga sempat menjelaskan beberapa kelemahan dari stimulus ekonomi yang diberikan untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tersebut.

Ketimpangan Stimulus Corona

Kelemahan pertama adalah total nilai stimulus dinilai lebih rendah daripada stimulus yang diberikan untuk perusahaan besar.

Menurut data dana penanganan dampak pandemi virus Corona, jumlah dana stimulus yang dipersiapkan untuk UMKM adalah Rp123,46 triliun.

Sedangkan jumlah stimulus yang dipersiapkan untuk perusahaan besar adalah sejumlah Rp179,48 triliun.

Di bidang perpajakan pun, stimulus yang dipersiapkan untuk UMKM hanyalah sebesar Rp2,4 triliun.

Baca Juga  Peneng, Pajak Sepeda Zaman Dahulu

Hal ini jelas lebih kecil dibandingkan stimulus perusahaan besar yang mencapai nilai Rp179,48 triliun.

Kelemahan kedua adalah adanya kemungkinan bahwa stimulus yang diberikan akan tidak optimal.

Hal tersebut dapat dilihat dari program subsidi bunga dengan alokasi dana sebesar Rp35,28 triliun yang akan diberikan untuk 60,66 juta rekening UMKM.

Tauhid menyatakan bahwa dana yang dipersiapkan memang cukup besar. Akan tetapi, jumlah UMKM yang memiliki rekening hanyalah sekitar 12,67 juta saja.

Jumlah tersebut hanyalah sekitar 19,74 persen dari target yang dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia.

Oleh karena itu, Tauhid menyatakan bahwa pemerintah Indonesia perlu melakukan berbaikan data dan melakukan identifikasi kembali terhadap UMKM.

Kelemahan ketiga adalah potensi UMKM yang akan mendapatkan dana restrukturisasi juga tidak sesuai dengan target.

Fleksibilitas dana tersbut adalah Rp37,88 triliun dari Rp78,78 triliun dana yang dipersiapkan.

Kelemahan keempat adalah nilai penjamin modal kerja untuk UMKM dinilai masih sangat minim, yaitu sebesar Rp1 triliun.

Di lapangan sendiri, jumlah kredit usaha mikro sudah mencapai Rp305,9 triliun, usaha kecil Rp346,7 triliun, dan usaha menengah Rp469,7 triliun.

Baca Juga  Permintaan Sapi Minim Di Tengah Pandemi Corona

Oleh karena itu, Tauhid menyarankan pemerintah Indonesia memberikan dana kompensasi kepada bisnis yang harus tutup selama PSBB karena omzet UMKM harus mengalami penurunan yang cukup tajam.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 11 Juni 2020

rupiah saham obligasi menguat ihsg tergelincir

IHSG Tergelincir Akibat Aksi Profit Taking