in

Faktor Percepatan Pemulihan Ekonomi, Apa Saja?

pemulihan ekonomi bursa asia ambrol
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Menurut Morgan Stanley, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar percepatan pemulihan ekonomi bisa segera terjadi. Lalu apa saja faktor tersebut?

Faktor Percepatan Pemulihan Ekonomi

Laju Pemulihan Global

Dilansir dari CNNIndonesia, faktor pertama yang harus diperhatikan adalah laju pemulihan global dan efeknya terhadap tiap negara.

Dikutip dari riset yang dilakukan oleh Morgan Stanley, perekonomian Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan pulih pada kuartal IV 2020.

Sedangkan untuk benua Eropa, pemulihan ekonomi diperkirakan akan terjadi kuartal I 2022.

Efek pemulihan ekonomi AS dan Eropa bisa dilihat dari pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan komoditas.

Hal yang berbeda terjadi pada negara-negara Asia seperti Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan.

Pemulihan ekonomi negara tersebut sangat tergantung akan kegiatan ekspor atau perkembangan eksternal.

Sedangkan negara-negara seperti Indonesia, India, Filipina, dan China sangat tergantung akan permintaan domestik.

Kebijakan dan Efek Terhadap Permintaan Domestik

Faktor kedua adalah kebijakan pemerintahan yang dinilai efektif dalam menangani kasus COVID-19 dan efeknya terhadap permintaan domestik.

Baca Juga  IHSG Diperkirakan Melonjak Akibat Kelonggaran Buyback

Negara yang memiliki kebijkan paling baik antara lain adalah Taiwan, Hong Kong, China, dan Korea Selatan.

Menurut Morgan Stanley, negara tersebut berhasil mengendalikan situasi COVID-19 tanpa melakukan lockdown besar-besaran.

Menurutnya, lockdown memberikan efek yang cukup besar terhadap permintaan domestik di negara tersebut.

Hal tersebut dapat dilihat dari negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Beberapa negara yang dinilai laman dalam menghadapi COVID-19 antara lain adalah India, Filipina, dan Indonesia.

Hal ini dikarenakan masih terus terjadi peningkatan kasus positif dan belum terlihat untuk mengalami penurunan.

Pelonggaran SIsi Fiskal

Faktor ketiga adalah negara yang memberikan pelonggaran sisi fiskal.

Negara yang dianggap memberikan stimulus fiskal paling besar antara lain adalah China, Singapura, Hong Kong, Indonesia, Filipina, dan India.

Menurut Morgan Stanley, negara-negara tersebut memiliki ruang fiskal yang cukup besar.

Akan tetapi India dan Indonesia memiliki hambatan dalam memberikan kebijakan.

Hal ini dikarenakan kondisi likuiditas keuangan negara tersebut akan mengetat dalam waktu dekat.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 24 Juni 2020

gojek phk karyawan

Gojek PHK Ratusan Karyawan, Apa Pesangonnya?