in

Perhitungan Zakat Fitrah yang Wajib Dipahami

Zakat fitrah, ketentuan dan tatacara
Ketika memasuki bulan Ramadan seperti saat ini, umat Muslim diseluruh dunia selain wajib hukumnya menjalankan ibadah puasa juga wajib untuk melaksanakan zakat bagi yang mampu. Zakat yang dimaksud kali ini ialah zakat fitrah. Dimana seperti yang telah diketahui di dalam Islam terdapat dua jenis zakat, yaitu zakat mal dan zakat fitrah.
Lalu bagaimana fakta dan serba serbi Zakat Fitrah? Simak ulasan PikiranTrader berikut ini untuk anda.

1. Perhitungan

Seperti yang telah ditetapkan, dalam melaksanakan perhitungan zakat fitrah didalam ajaran agama Islam yaitu dengan membayarkan sebagian harta berupa bahan makanan pokok sebesar 1 Sha atau yang berarti 4 Mud. Sedangkan untuk 1 Mud sendiri bernilai 676 Gram.
Selama ini masyarakat di Indonesia menghitung ketentuan zakat Fitrah ini dengan lebih sederhana yaitu dengan membayar menggunankan beras sebanyak 2,5 kilogram.

Baca Juga : Cara Cerdas Mengatur Keuangan Selama Bulan Ramadhan

 

2. Bolehkah Dibayarkan dengan Uang?

Selain membayar dengan bahan makanan pokok seperti beras, juga dapat dibayarkan dengan uang. Dalam hal ini memang masih banyak perdebatan antar ulama, namun Negara memperbolehkan untuk melakukan pembayaran zakat fitrah dengan uang tunai.
Adapun ketentuan jumlah uang yang dibayarkan untuk Zakat Fitrah adalah sebagai ganti jenis makanan pokok sendiri. Harga per kilogram makanan pokok disetarakan dengan jumlah yang harus dibayarkan.
Jadi jika harga 1 kilogram beras sebesar Rp12 ribu aka tinggal dikalikan 2,5 kilogram sehingga Zakat Fitrah yang dibayarkan jumlahnya Rp30 ribu.

3. Zakat sebagai solusi bagi perbaikan ekonomi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan bahwa potensi zakat mampu menjadi salah satu solusi bagi perbaikan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut tentunya mengacu pada potensi zakat umat Islam yang cukup besar.
Dilansir dari Republika.co.id, Baznas mercatat bahwa potensi di Indonesia  zakat mencapai sebesar Rp 217 triliun.
“Jika intensifitas pajak masih sama seperti sekarang ini, maka potensi zakat 1,7 persen dari PDB, namanya potensi zakat terus bergerak jangan bergantung pada tahunnya tersebut dan PDB-nya berapa. Jika intensif zakat bisa diperbaiki yaitu bahwa bisa mengurangi pajak langsung, maka potensi zakat bisa mencapai 3,4 persen dari PDB,” jelas Ketua Baznas Bambang Sudibyo.
Berdasarkan hal tersebut, optimalisasi pengelolaan zakat serta pemanfaatannya merupakan potensi strategis untuk menunjang pembangunan perekonomian Indonesia. Dalam hal ini adalah mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan di era modern seperti saat ini.
Keberhasilan zakatpun bergantung pada pengelolaan dan pemanfaatannya. Penyerahan zakat yang disarankan adalah melalui amil zakat agar pemanfaatannya efektif, sesuai tujuan dan tentunya tepat sasaran.
Baca Juga  Sebelum Memasuki Dunia Forex, Wajib Simak Kelebihan Trading Forex Berikut!

Tinggalkan Balasan

4 Kunci Sukses Yang Harus Trader Ketahui

antisipasi kenaikan sembako

5 Tips Menghadapi Kenaikan Sembako di Bulan Ramadan