in

Dampak Negatif Peredaran Uang Palsu Bagi Perekonomian

Seperti yang telah kita ketahui, uang merupakan alat pembayaran sah yang sangat penting untuk menjalankan perputaran roda ekonomi. Walaupun uang rupiah telah dilengkapi dengan berbagai fitur pengamanan yang canggih seperti color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, tactile effect dan rectoverso, namun hingga saat ini masih ada saja pihak tak bertanggung jawab yang mencetak dan mengedarkan uang palsu. Dilansir dari merdeka.com, peredaran uang palsu di Indonesia inipun kini tercatat tengah meningkat, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2019 ini.

Berdasarkan data yang diterima, peredaran uang palsu meningkat setidaknya di 13 wilayah di Indonesia. Untuk jumlah kasus peredaran uang palsu ini diketahui yang paling tinggi ini terdapat di wilayah Kalimantan Barat, Jakarta dan Jawa Tengah. Fenomena peredaran uang palsu inipun tentunya sangatlah merugikan. Selain merugikan masyarakat, peredaran uang palsu juga akan merugikan perekonomian suatu negara. Berikut adalah beberapa dampak negatif uang palsu dari segi perekonomian;

1. Meningkatnya Kesenjangan Sosial 

Adanya pihak-pihak tertentu yang dapat memproduksi uang palsu tersebut, membuat mereka dapat membeli barang dan jasa apa saja yang mereka inginkan dengan seenaknya. Sementara di sisi yang lain, masih banyak masyarakat yang susah payah untuk memperoleh uang dan uang merekapun terbatas. Hal ini tentunya mengakibatkan kesenjangan status sosial semakin meningkat, antara si kaya dan si miskin.

Baca Juga  Harga Emas Jatuh Mengikuti IHSG dan Rupiah, Kok Bisa?

Baca juga : Tukar Uang Untuk Lebaran? Perhatikan Hal-hal Berikut!

2. Mempengaruhi Suplai Uang

Bank Indonesia (BI) memiliki perhitungan yang akurat mengenai peredaran uang di Indonesia, serta selalu disesuaikan dengan kondisi moneter. Bekerja sama dengan Perum PERURI untuk mencetak uang Rupiah, BI kemudian mendistribusikan Rupiah keseluruh pelosok Negeri. Kebutuhan uang telah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga BI dapat mengetahui jumlah uang beredar di masyarakat, dimana di saat yang sama BI juga melakukan penarikan uang yang telah lusuh dan tak layak edar melalui perbankan.

Bisa dibayangkan apabila ada banyak uang palsu yang beredar di masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi perkiraan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dan bila jumlahnya sangat banyak, dapat memberikan dampak buruk bagi perekonomian suatu daerah hingga perekonomian suatu negara.

3. Terjadinya Inflasi

Peredaran uang palsu dalam jumlah yang banyak akan menimbulkan kekacauan ekonomi yang serius, tak terkecuali akan terjadinya inflasi. Hal ini dikarenakan masyarakat yang mempercayai bahwa uang palsu tersebut merupakan uang asli, yang dapat dipergunakan untuk berbagai transaksi. Hal inipun membuat uang yang beredar di masyarakat lebih banyak jumlahnya daripada uang beredar yang diizinkan bank sentral.

Baca Juga  Rupiah Menguat Terhadap Yen, Menjauhi Level Terlemah

Masyarakat kemudian dapat membeli banyak barang dengan mudah karena banyaknya uang beredar. Sementara barang kebutuhan adalah barang yang jumlahnya terbatas. Maka seiring dengan meningkatnya demand, harga barang pun naik. Lambat laun hal inipun akan memicu inflasi tak terkendali yang sangat berbahaya bagi perekonomian suatu negara.

Baca juga : Hendak Menggadaikan Barang? Wajib Fahami Hal-hal Berikut!

Itulah beberapa dampak negatif peredaran uang palsu bagi perekonomian. Oleh karena itu sudah seharusnya kita waspada akan peredaran uang palsu tersebut. Jangan mudah tergiur oleh tawaran-tawaran yang terlihat menguntungkan seperti contohnya jasa-jasa penukaran uang yang tak wajar.

Tinggalkan Balasan

Mudik bisa meratakan perekonomian di daerah

Menpar: Mudik Jadi Ajang Pemerataan Ekonomi Warga Daerah

Merintis Bisnis Keluarga, Siapa Takut?