in

e-Money dan e-Wallet, Apa Perbedaanya?

Kelemahan Uang elektronik

Saat ini anda pasti salah satu pengguna e-Money atau e-Wallet, bahkan kedua-duanya kamu memilikinya, bukan? Namun, sudah tahukah apa saja perbedaan e-Money dan e-Wallet? Jika belum, simak ulasan berikut ini:

1. Sistem Penyimpanan Data dan Saldo

e-money merupakan sistem transaksi yang umum. Data keuangan termasuk saldo di dalamnya di simpan dalam server operator/bank dan bisa juga di simpan di dalam chip kartu. Dalam hal ini, e money lebih dikenal dalam bentuk kartu (data keuangan pengguna tersimpan dalam kartu chip). Contoh e-money adalah Tap Cash BNI, atau E-money Mandiri.

Baca juga: Cashless Society, Ini Saran dari Perencana Keuangan

e-Wallet pada dasarnya merupakan bagian dari e money juga yang masuk kategori data di simpan di dalam server. e-Wallet memungkinkan pengguna untuk menyimpan informasi keuangan termasuk saldo di dalamnya di dalam sever dari ponsel mereka, tergantung dari operatornya misalnya saja T-Cash untuk Telkomsel.

Dari Cermati.com, e-Wallet memungkinkan konsumen menggunakan smartphone mereka untuk membayar atau melakukan pembelian produk tanpa perlu kartu. Semua data sudah tersimpan dalam server operator telekomunikasi sehingga tidak perlu lagi repot membawa uang atau kartu untuk bisa melakukan transaksi.

Baca Juga  4 Alokasi Tepat Pengeluaran Dana THR

2. Fleksibilitas

Satu hal yang perlu dipahami dengan jenis layanan e-Wallet ini adalah bahwa layanan ini berlaku terbatas ( tidak diterima di banyak tempat secara bebas). Peritel atau bisnis yang ingin dibayar perlu juga memiliki jenis aplikasi atau layanan yang sama atau setidaknya bekerja sama dengan operator yang sama agar dapat menerima pembayaran dengan cara ini.

Sementara itu e-money lebih global fungsinya karena bisa digunakan untuk transaksi sehari hari, mulai dari bayar tol, sampai belanja sehari hari termasuk beli tiket transportasi bagi yang sudah bekerja sama. Penggunaannya juga lebih luas digunakan di banyak tempat.

Baca juga: Transaksi E-Money Semakin Marak, Siapkah Kita?

3. Proses dan Cara isi Ulang Saldo

E-money maupun e-Wallet memiliki proses yang sama dalam hal pengisian saldo yaitu melalui jaringan penerbit uang elektronik tersebut, bisa melalui bank, mesin EC atau lewat toko yang sudah kerjasama seperti indomaret misalnya. Saldo untuk e-money masih terbatas, maksimal 1 juta sedangkan untuk e-Wallet bisa lebih besar bahkan sampai mencapai 10 juta rupiah.

Baca Juga  3 Langkah Memeriksa Kesehatan Dompet

4. Biaya isi Ulang e-Money Tergantung Kebijakan Otoritas

Otoritas yang berwenang menentukan kebijakan biaya isi ulang ini adalah Bank Indonesia. Kebijakan ini bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Biaya dibedakan menjadi biaya untuk jaringan penerbit kartu yang sama dan jaringan yang berbeda. Anda bisa mencobanya untuk isi ulang di toko yang kerjasama misalnya Indomaret untuk mengetahui besaran biaya ini.

Naah, itulah perbedaan e-Money dan e-Wallet. Mana yang sudah kalian punya?

Tinggalkan Balasan

tips jitu berbisnis

Tips Jitu Untuk Memulai Sukses Bisnis Anda! (Part 2)

Ketahui Jenis Kartu Kredit Berdasarkan Zona Berlakunya

Pahami Jenis Kartu Kredit Berdasarkan Limitnya