in

10 Rekomendasi Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membuat Keuangan Anda Stabil (Part 2)

tips agar Keuangan selalu stabil

Menjada keuangan agar selalu stabil menjadi hal yang sangat penting. Sebab kondisi keuangan memengaruhi kualitas kehidupan secara keseluruhan. Jika kondisi keuangan memburuk, pemenuhan sejumlah kebutuhan akan terganggu. Karena itu, penting bagi Anda untuk menghindarinya sejak awal. Jangan sampai kondisi keuangan yang tidak stabil ini justru membawa Anda ke dalam krisis keuangan berkepanjangan. Beikut ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas cara agar keuangan selalu stabil

 

5. Membawa Uang Pas Saat Berbelanja

Sadar atau tidak, kita sangat enggan untuk membawa jumlah uang pas-pasan saat berbelanja. Hal ini sangat wajar mengingat pentingnya membawa uang lebih karena tidak ada yang tahu kejadian apa yang akan terjadi selama berbelanja. Masuk akal memang, tapi tindakan ini malah membuat kita lebih konsumtif saat berbelanja. Alangkah baiknya jika membawa uang pas saat berbelanja dijadikan sebagai kebiasaan agar kondisi keuangan tetap stabil. Anda boleh membawa uang lebih, tapi tidak dalam jumlah yang banyak agar pengeluaran terkontrol dengan baik.

Baca Juga  Jenis Agunan yang Bisa Diajukan di Indonesia

6. Menabung

Kondisi finansial yang sehat dapat diwujudkan dengan menabung. Memang jumlah penghasilan yang Anda peroleh tiap bulan tidak seberapa jika dibandingkan dengan pekerja lain. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan mengurangi jumlah pengeluaran setiap bulan. Misalnya, mengurangi pemakaian listrik dan air. Atau mengurangi kebiasaan ngopi bersama teman. Sangat mudah, bukan?

7. Berinvestasi

Investasi merupakan proses perencanaan keuangan di masa depan. Kalau mendambakan hidup bahagia dalam arti “tidak kesulitan dalam hal finansial”, Anda dapat berinvestasi. Banyak pilihan investasi yang ditawarkan. Pilih jenis investasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan agar manfaat yang Anda dapatkan jauh lebih maksimal.

8. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Kita tahu kalau kesehatan sangat mahal harganya. Agar terhindar dari risiko penyakit yang menguras tabungan atau investasi, terapkan pola hidup sehat mulai dari sekarang. Manfaatkan waktu yang Anda miliki untuk berolahraga. Selain itu, konsumsi makanan bergizi agar bibit penyakit pun enggan masuk ke dalam tubuh Anda. Latih dan Biasakan Diri Menjaga kondisi keuangan tetap stabil tidak mudah dan tidak juga susah. Semuanya tergantung dari pribadi masing-masing.

Baca Juga  Sudah Adakah Pertanda Resesi Ekonomi 2020?

9. Alihkan Pengeluaran yang Bersifat Tidak Efektif

Mulailah berhemat dan memangkas pengeluaran yang tidak begitu penting. Jika Anda serius melakukannya, dampaknya bisa saja sangat besar dan Anda dapat mengalihkannya ke dalam pos tabungan atau investasi. Penghematan ini bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti membatasi hangout di kafe atau mal atau mengurangi makan di food court.

10. Kelola Uang Belanja dengan Cerdas

 

Dalam anggaran keuangan, jelas bahwa sekitar 50% dari penghasilan Anda sisihkan untuk pemenuhan kebutuhan harian. Akan terasa lebih baik bila Anda mengelola uang belanja dengan cerdas. Bagaimana caranya mengelola uang belanja secara cerdas? Beberapa langkah di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mengelola uang belanja dengan cerdas.

Pahami dengan baik, apa saja sebenarnya yang menjadi kebutuhan pokok dan wajib bagi Anda.Menggunakan fasilitas diskon, voucher, penawaran khusus, atau program lainnya yang bisa menghemat uang ketika belanja.Melakukan kegiatan belanja secara terencana dengan menyusun daftarnya terlebih dahulu.

Kalau Anda sudah terlatih dan terbiasa untuk hidup hemat dan sederhana, stabilitas keuangan pun otomatis akan terwujud. Kalau Anda belum terbiasa, ikuti langkah di atas agar kondisi keuangan tetap stabil.

Baca Juga  Kesalahan Finansial yang Pantang Dilakukan Orang Kaya (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Sumber modal pebisnis

Kiat Sukses Memulai Usaha Percetakan (Part 2)

Sering disingkat juga sebagai MA, Moving Average adalah indikator analisis teknikal yang paling sering digunakan karena bisa dibilang paling sederhana dibandingkan indikator lainnya.

3 Mitos Seputar Teknik Scalping yang Wajib Anda Tahu