in

Pajak dan Bea Cukai. Apa Perbedaanya?

Apa itu pajak dan bea cukai?

Secara umum, masyarakat hanya memahami pajak dan bea cukai sebagai pungutan yang dibebankan negara kepada rakyat. Benar, tetapi belum sepenuhnya tepat. Sebab definisi dari pajak dan bea cukai tidaklah sesederhana itu. Apa itu pajak dan bea cukai?

Pajak merupakan iuran wajib yang dibebankan oleh negara kepada rakyat baik perorangan maupun badan. Pajak sifatnya memaksa berdasarkan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Atas kewajiban ini, rakyat tidak memperoleh imbalan secara langsung, karena pajak yang dibayarkan berfungsi untuk membiayai belanja atau keperluan negara demi kemakmuran rakyat.

Sementara bea dan cukai adalah dua kata yang masing-masing memiliki makna yang berbeda. Bea merupakan pungutan yang dikenakan atas barang yang masuk (impor) maupun keluar (ekspor) dari wilayah kepabeanan. Dari definisi tersebut tampak bahwa bea dibebankan kepada orang pribadi atau badan yang melakukan perdagangan internasional baik impor maupun ekspor.

Sedangkan cukai merupakan pungutan resmi yang dibebankan oleh negara pada barang-barang yang memiliki karakteristik khusus sesuai ketentuan undang-undang cukai. Karakteristik khusus yang dimaksud adalah sifat barang yang pemakaiannya bisa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan masyarakat umum. Seperti rokok, minuman keras, tembakau, dan bensin.

Baca Juga  6 Tips Menabung yang Profitable

Perbedaan Pajak dengan Bea Cukai

1. Pajak merupakan pungutan wajib yang sifatnya memaksa, tanpa adanya balas jasa secara langsung. Sementara bea dan cukai merupakan pungutan resmi yang sifatnya sesuai kebijakan.

2. Lembaga pemungut dan pengelola Pemungut dan pengelola pajak digolongkan menjadi dua, yakni pemerintah pusat,dan pamerintah daerah baik kota/kabupaten maupun provinsi. Pemungutan dan pengelolaan bea dan cukai tidak dibedakan antara pemerintah pusat dan daerah, karena semua kewenangannya tersentralisasi pada pemerintah pusat.

3. Dalam perhitungan pajak, wajib pajak berkewajiban melaporkan penghasilan atau harta kekayaan yang menjadi objek pajak. Sementara perhitungan tarif bea dan cukai dilakukan oleh pemerintah.

4. Jatuh tempo pembayaran Perbedaan pajak dengan bea cukai juga terletak pada jatuh tempo pembayaran. Pembayaran pajak jatuh tempo pada tahun fiskal, yaitu jangka waktu selama dua belas bulan berturut-turut yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan dan penutupan buku suatu badan usaha.  Pada bea, pembayaran dilakukan setiap kali orang pribadi atau perusahaan akan mengimpor atau mengekspor barang. Sementara Cukai, jatuh tempo pembayarannya juga berdasarkan pemakaian. Konsumen akan membayar cukai pada saat mereka mengonsumsi atau memanfaatkan barang yang menjadi objek cukai.

Baca Juga  4 Pola Pikir Trading yang Harus Dimiliki Trader

Tinggalkan Balasan

gaya hidup orang sukses

Ingin Jadi Orang Sukses? Coba Terapkan Gaya Hidup Ini!

Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir Sampai 469 Triliun Rupiah

Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir 469 Triliun