in

Istri yang Pandai Mengatur Keuangan, Istri Idaman

Istri yang Pandai Mengatur Keuangan, Istri Idaman
Istri yang Pandai Mengatur Keuangan, Istri Idaman (C) GRID.ID

Salah satu kriteria istri idaman masa kini adalah istri yang pandai mengatur keuangan. Tugas suami adalah bekerja mencari nafkah, sedangkan tugas istri adalah mengelola keuangan hasil dari nafkah sang suami.

Tentunya, tak ada suami yang ingin nafkah yang diberikannya lewat begitu saja, tanpa bersisa. Terlebih suami yang memiliki penghasilan tetap, di mana punya jadwal tertentu untuk saat menerima gaji. Apa jadinya jika waktu gajian belum tiba tapi uang sudah habis gara-gara istri tak bisa mengatur keuangan rumah tangga?

Memang, ketika masih melajang, banyak wanita yang suka menghamburkan uang demi kesenangan pribadinya. Misalnya membeli apa pun yang diinginkan, sekali pun tak terlalu dibutuhkannya. Traveling atau sekadar jalan-jalan tak jelas ke mall bersama teman-teman sesama jenis. Ada pula yang suka menghabiskan waktu, dan uang tentunya, di spa dan salon untuk perawatan kecantikan. Ketika masih belum berkeluarga, mungkin semua hal di atas halal dilakukan. Lalu, bagaimana ketika seorang wanita memutuskan menikah, dan menjadi istri dari lelaki yang dicintainya?

Baca Juga  Tips Megoptimalkan Keuangan Untuk Acara Pernikahan ( Part 2)

Jika suami adalah Presiden alias Kepala Keluarga, maka istri mendapatkan julukan tak resmi sebagai Menteri Keuangan. Maka, istri yang pandai mengatur keuangan adalah istri idaman para suami. Julukan sebagai menteri keuangan itu bukan asal-asalan disandang seorang istri. Mungkin karena sifat dasar seorang wanita yang pandai menawar dan melirik barang dengan harga termurah.

Meski demikian, mengatur keuangan tentu tak gampang bagi seorang istri. Terlebih banyak tetek-bengek tentang keuangan keluarga yang harus dikuasainya. Mulai dari uang saku anak, biaya tagihan bulanan (pulsa handphone, listrik, air, dan lain-lain), tabungan, sampai menyiapkan pengeluaran tak terduga.

Masalah keuangan ini menjadi hal yang sensitif sebagai penyebab pertengkaran rumah tangga. Menjadi istri yang pandai mengatur keuangan pastinya sedikit-banyak akan mencegah potensi terjadinya pertengkaran rumah tangga tersebut. Berikut beberapa tips dan trik yang bisa Anda simak.

Buatlah Anggaran Belanja

Untuk menjadi istri yang pandai mengatur keuangan, langkah pertama buatlah anggaran belanja. Anggaran ini biasanya disusun mingguan. Anda disarankan berbelanja mingguan pada hari Sabtu atau Minggu (akhir pekan).

Baca Juga  Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Punya Anak

Dengan membuat catatan anggaran belanja ini, Anda akan teratur dalam menentukan pengeluaran bulanan hingga tahunan. Melihat catatan tersebut, Anda dapat terbantu dalam mengetahui seperti apa kondisi keuangan keluarga. Sekadar saran, buatlah anggaran belanja secara realistis. Maksudnya, sesuaikan pengeluaran dengan pemasukan dari suami. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Simpanlah Uang di Tempat Terpisah

Ketika sudah membuat catatan anggaran belanja, simpanlah uang di tempat terpisah sesuai dengan keperluan masing-masing pos anggaran. Buatlah skala prioritas. Misalnya, dahulukan pengeluaran rutin bulanan, seperti (pulsa handphone, listrik, air, dan lain-lain). Jangan dicampur dengan uang untuk keperluan lainnya.

Cara sederhananya, belilah beberapa lembar amplop atau dompet dengan banyak ruang untuk menyimpan uang. Ketika menerima uang bulanan dari suami, langsung simpan sesuai keperluan. Kalau perlu berilah tulisan sesuai dengan pos anggaran pada masing-masing uang tersebut.

Cara ini cukup efektif untuk mengontrol pemakaian uang belanja. Jangan lupa, Anda pun harus tetap disiplin dalam mengeluarkan uang tersebut sesuai dengan pos anggaran yang telah dibuat.

Baca Juga  5 Tips Sederhana Menghentikan Kebiasaan Berhutang

Marilah Menabung

Istri yang pandai mengatur keuangan biasanya rajin menabung uang sisa pengeluaran. Sebab, inilah cara terbaik dalam mengatur keuangan. Meskipun dikenal sebagai cara klasik, rasanya cara ini masih sangat relevan dilakukan di era saat ini.

Sekadar saran, untuk menabung uang sisa pengeluaran ini jangan di bank. Cukup pakailah celengan sederhana, atau bisa juga menggunakan dompet khusus. Selain bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu, Anda tidak akan terkena biaya admin seperti ketika menabung di bank.

Tabungan ini sangatlah penting. Uang sisa pengeluaran yang dikumpulkan ini bisa dijadikan dana cadangan untuk mengatasi pengeluaran tak terduga.

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

cukai rokok naik

Resmi! Cukai Tembakau Naik 23%, Harga Rokok Bakal Naik!

Butuh Uang Segini untuk Jadi Sponsor Valentino Rossi

Butuh Uang Segini untuk Jadi Sponsor Valentino Rossi