in

Berniat Menutup Kartu Kredit? Perhatikan Hal-hal Berikut!

menutup kartu kredit

Pada dasarnya kartu kredit merupakan alat bantu pembayaran yang memberikan beberapa keuntungan kepada pemiliknya. Namun juga tidak jarang, akan muncul permasalahan jika pemilik kartu kredit tidak dapat menggunakannya dengan bijak. Jika sudah tidak bisa mengontrol penggunaannya, maka langkah paling bijak ialah menutup kartu kredit tersebut. Menutup kartu kredit sebenarnya tidak sulit. Caranya relatif sama mudahnya dengan mendapatkan kartu kredit, tetapi memerlukan perhatian ekstra. Seseorang yang hanya memotong kartu kreditnya, tidak berarti menutup kartu kredit. Untuk memastikan langkah demi langkah dalam menutup kartu kredit Anda sudah benar dan tidak terjadi proses menutup kartu kredit sembarangan, akan lebih baik apabila Anda menyimak ulasan PikiranTrader berikut ini;

1. Datangi Bank Penerbit Kartu Kredit atau Hubungi Call Centre Kartu Kredit

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan ketika menutup kartu kredit adalah mendatangi bank penerbit kartu kredit. Tanyakan prosedur penutupan kartu kredit kepada petugas dan minta tolong untuk dibantu prosesnya. Jika saat ini sangat sibuk ke bank terkait untuk menanyakan cara menutup kartu kredit, dengan begitu Anda bisa menanyakan langsung apa saja prosedur yang dilakukan tidak sempat datang ke bank, sebenarnya Anda juga dapat menanyakanlangkah-langkahnya lewat sambungan telepon. Tetapi tetap lebih baik datang langsung untuk menutup kartu kredit serta apa saja dokumen yang dibutuhkan. Apabila tidak mempunyai waktu untuk datang ke bank, ada alternatif lain yaitu bertanya langsung melalui e-mail. Sebab e-mail berguna sebagai pegangan bukti data tertulis pembicaraan dengan pihak bank. Jadi ketika suatu saat nanti ada masalah, maka data tersebut dapat dijadikan bukti.

Baca Juga  4 Alasan Mengapa Menjadi Perempuan Berkarir itu penting

Baca Juga : Memiliki Lebih dari 1 Kartu Kredit? Ini Manfaatnya!

2. Lunasi Semua Cicilan!

Apabila masih masih memiliki sisa cicilan, maka Anda harus menyelesaikan kewajiban melunasi sisa cicilan tersebut terlebih dahulu. Jangan sampai sisa cicilan tersebut dianggap sebagai hutang jelek (bad debts). Jika sisa cicilan tersebut belum lunas, maka kartu kredit tidak dapat ditutup. Jadi, pastikan sudah tidak ada lagi sisa hutang kartu kredit. Hal ini berhubungan dengan data nasabah di Bank Indonesia (BI) sebagai debitur. Jika masih mempunyai tunggakan utang kartu kredit dan ingin mengajukan kredit baru lagi, seperti: kendaraan bermotor, mobil atau perumahan (KPR), akan sulit disetujui. Bahkan bisa saja nama Anda masuk daftar hitam BI (blacklist) jika punya riwayat kredit macet.

3. Pastikan Annual Fee Sudah Lunas Terbayar

Meskipun Anda merasa cicilan sudah lunas semua, terkadang masih ada yang terlupakan, yaitu Annual Fee. Sehingga salah satu kegunaan datang ke bank adalah untuk minta tolong diberikan info tentang kejelasan biaya tahunan (Annual Fee). Sebab ada beberapa kartu kredit yang mengenakan Annual Fee, setelah jalan tahun pertama. Maka sebagai konsumen Anda wajib untuk mencari tahu berapa Annual Fee yang belum dibayar dan dilunasi. Walaupun jumlahnya tidak besar, tetapi jika Annual Fee tersebut belum dibayar, maka kartu kredit tersebut tetap tidak dapat ditutup. Sebab Annual Fee juga termasuk tagihan yang harus dilunasi, bukan hanya cicilan kartu kredit saja.

Baca Juga  Butuh Dana Cepat, Lebih Baik Jual atau Gadai Emas?

Baca juga: Susah Berhemat? Coba Trik Psikologis Berikut! (Part 2)

Terkadang nasabah tidak menyadari adanya biaya tersebut, karena sebelumnya tidak pernah membayar. Ingatlah perjanjian di awal pembukaan kartu kredit berkaitan kapan Annual Fee akan dibebankan. Jika ternyata sebelum 1 tahun sudah dibebankan biaya tersebut, nasabah berhak protes. Tetapi kalau memang sudah waktunya, maka Annual Fee harus bayar terlebih dahulu sebelum menutup kartu kredit.

Tinggalkan Balasan

contoh trading plan

Langkah-Langkah Membuat Trading Plan

Pemeriksaan Keuangan, Seberapa Penting Sih?