in

Berniat Menutup Kartu Kredit? Perhatikan Hal-hal Berikut! (Part 2)

berniat menutup kartu kredit

Apakah Anda memiliki masalah dengan kartu kredit Anda? Anda berniat untuk menutup kartu kredit tersebut? Jika iya, hal yang perlu Anda ingat ialah menutup kartu kredit tidak boleh sembarangan. Jika tidak mengikuti prosedur yang ditentukan oleh pihak bank penerbit kartu kredit, maka proses penutupan kartu kredit tidak akan cepat selesai. Bahkan akan ada kemungkinan pemilik kartu kredit mengalami kerugian yang cukup besar apabila menutup kartu kredit tanpa melalui prosedur yang ditentukan. Pemilik kartu kredit harus paham benar langkah demi langkahnya dan meneliti poin-poin serta hal penting lainnya yang harus dilakukan saat akan menutup kartu kredit, agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari. Nah jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang beberapa hal penting saat berniat menutup kartu kredit, kali ini PikiranTrader akan kembali membahas pada part-2. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini;

4. Bayar Lunas Bunga Kartu Kredit Anda

Untuk nasabah yang suka berbelanja menggunakan kartu kredit, maka memiliki kewajiban melunasi bunga hutang sebelum menutup kartu kredit. Bunga hutang tersebut muncul karena transaksi keuangan nasabah. Sebaiknya mintalah secara detail apa saja yang belum Anda bayar di tagihan kartu kredit agar mengetahui seluruh tagihan yang harus dilunasi sebelum menutup kartu kredit. Jika nasabah jarang memakai kartu kredit atau tidak pernah memakai kartu kredit, hal ini berguna untuk mengontrol keamanan kartu. Sebab mungkin saja ada orang lain yang memakai kartu kredit tersebut tanpa sepengetahuan pemilik kartu. Sehingga muncul bunga utang padahal pemilik kartu tidak merasa mengadakan transaksi dengan menggunakan kartu kreditnya.

Baca Juga  Belajar Hidup Hemat dari Ibu Rumah Tangga di Jepang (Part 2)

5. Habiskan Reward Anda!

Harus Anda ingat bahwa kartu kredit memiliki poin reward, jadi jika tidak mau rugi, sebaiknya habiskan poin reward di kartu kredit tersebut sebelum menutup kartu kredit. Gunakan poin reward untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, seperti: untuk belanja bulanan di supermarket. Sebab kalau kartu sudah ditutup, secara otomatis reward tersebut juga dianggap hangus, sehingga Anda akan rugi apabila ada hadiah yang tidak diambil. Reward berupa poin dapat juga ditukar dengan pelunasan Annual Fee, jika jumlahnya cukup, tetapi jika hanya mendapatkan payung cantik pun sebenarnya juga sudah lumayan.

Baca juga: Memiliki Lebih dari 1 Kartu Kredit? Ini Manfaatnya!

Jika ada cashback berupa saldo kredit, sebaiknya dikembalikan ke nasabah saja dengan cara ditransfer. Sebagian besar bank penerbit kartu kredit membebankan biaya transfer ke nasabah, sehingga jika biaya transfer lebih besar daripada saldo, sebaiknya tidak perlu diminta.

6. Minta Pembatalan Pembayaran Otomatis

Poin selanjutnya yang harus Anda lakukan saat berniat menutup kartu kredit Anda ialah, dengan meminta pembatalan pembayaran otomatis. Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang paling mudah. Cek semua pembayaran otomatis melalui kartu kredit, seperti: listrik, telepon, air, tv kabel dan lain sebagainya. Jika pernah mengatur pembayaran tagihan rutin secara otomatis dan ingin menutup kartu kredit, maka mintalah pembatalan. Sehingga bulan-bulan berikutnya tidak ada pembayaran otomatis ini. Jika sudah menutup kartu kredit dan pengaturan pembayaran otomatis masih belum dibatalkan, maka akan menimbulkan masalah dengan PLN, Telkom, PDAM, dan perusahaan lainnya.

Baca Juga  Tips Menabung Rutin ala Dollar Cost Averaging

7. Minta Bukti-Bukti Penutupan

Setelah menutup kartu kredit, langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah meminta bukti tertulis dari bank bahwa sudah menutup kartu kredit dan simpan bukti-bukti tersebut dengan rapi. Demikian juga ketika diberi tahu bank bahwa kartu kredit sudah ditutup, maka mintalah surat keterangan penutupan kartu tersebut. Bukti-bukti tersebut merupakan pegangan Anda apabila suatu saat nanti terjadi permasalahan dengan pihak bank terkait penutupan kartu kredit. Jika suatu saat ada masalah, sampaikan masalah tersebut sampai ke lembaga mediasi atau bahkan pengadilan sekalipun posisi Anda tetap kuat karena punya bukti tertulis.

Baca juga: Kebiasaan ‘Pembawa Sial’ Bagi Keuangan Para Milenial (Part 2)

Menutup kartu kredit bukan hal yang rumit, asalkan Anda menaati aturan serta menjalankan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak bank. Hal yang lebih penting adalah cari tahu lebih dulu prosedur serta berapa banyaknya tagihan yang harus Anda lunasi sebelum akhirnya mengajukan penutupan bagi kartu kredit Anda. Semoga ulasan PikiranTrader kali ini dapat membantu dan selamat mencoba.

Baca Juga  Belajar Hidup Hemat dari Ibu Rumah Tangga di Jepang (Part 1)

Ditulis Oleh Andika Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *