in

Punya Gaji di Bawah Upah Minimum, Ini Tiga Solusinya

Ingin Selamat dengan Gaji di Bawah Upah Minimum, Ini Tiga Solusinya

Semua karyawan tentu menginginkan gaji sesuai atau di atas Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah. Kalau pun Anda mendapatkan gaji di bawah upah minimum dan ingin finansial tetap selamat, maka tiga solusi berikut ini bisa dicoba.

Upah Minimum Regional sudah ditentukan pemerintah Indonesia setiap tahunnya. Kemudian, ditetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), lalu Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Penetapan ini biasanya berdasarkan usulan lembaga terkait, termasuk mempertimbangkan suara dari para pengusaha yang nantinya mengeluarkan gaji bagi para karyawannya.

Ketika UMR/UMP/UMK sudah ditetapkan pemerintah, maka perusahaan wajib memenuhinya demi kesejahteraan para karyawan mereka. Namun, terkadang ada saja pengusaha ‘nakal’ yang memberikan gaji di bawah upah minimum yang ditetapkan pemerintah.

Dampak dari gaji di bawah upah minimum ini tentu saja akan dirasakan langsung oleh para karyawan. Kebutuhan sehari-hari yang kian meningkat tentu pastinya menjadi tantangan tersendiri. Bukannya tidak mau bersyukur, namun para karyawan dengan gaji macam ini harus pintar-pintar menghemat uang gajinya demi menyelamatkan hidupnya dan keluarganya.

Baca Juga  Istri yang Pandai Mengatur Keuangan, Istri Idaman (2)

Berikut ini tiga solusi agar bisa selamat dengan gaji di bawah upah minimum

1. Cari Bisnis Sampingan

Bisnis sampingan menjadi solusi pertama bagi para karyawan yang punya gaji di bawah standar. Dengan bisnis tersebut, Anda bisa mendatangkan pendapatan ekstra demi mencukupi kebutuhan hidup.

Sebelum melakoni bisnis sampingan, Anda perlu mempertimbangkan keahlian yang dimiliki. Jangan melakoni bisnis yang jelas-jelas Anda tak mampu melakukannya, meskipun semua hal bisa dipelajari. Setidaknya, hal itu mengurangi risiko kegagalan bisnis yang justru malah menghancurkan ekonomi Anda.

Sebisa mungkin, pilihlah bisnis sampingan yang tak membutuhkan banyak modal, bahkan tanpa modal sepeserpun. Kalau pun harus menggunakan modal, Anda harus memikirkan sumber modal itu dari mana. Kalau modalnya dari pinjaman, pastikan Anda mampu melunasinya dalam jangka waktu yang disepakati.

2. Pasangan Ikut Bekerja

Jika merasa gaji yang didapat sebagai karyawan kurang, maka Anda bisa mengizinkan pasangan (dalam hal ini istri sebagai pasangan kepala rumah tangga) turut bekerja. Bagaimana pun, kesulitan yang dipikul berdua akan menjadi lebih ringan.

Baca Juga  Tips Mewujudkan Rumah Impian dengan Penghasilan Pas-pasan

Pastinya, Anda harus mengetahui apa saja risiko dan dampak negatif ketika sebuah pasangan sama-sama bekerja. Anda harus memaklumi jika mendadak kehidupan rumah tangga berbeda dari sebelumnya ketika pasangan tidak ikut bekerja.

Sebaiknya, pasangan Anda memilih jenis pekerjaan di bidang yang dikuasainya. Jangan sampai memaksakan diri, meski gajinya menggiurkan. Pilih juga jenis pekerjaan yang tidak mengganggu tugas utama sebagai ibu rumah tangga, karena itu yang terpenting.

3. Pindah Tempat Kerja

Ketika mendapati kerja keras Anda sebagai karyawan tidak dihargai dengan gaji selayaknya, maka Anda bisa memutuskan untuk keluar. Pindah saja ke tempat kerja lain yang sekiranya memberikan gaji dengan standar upah minimum.

Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan pindah kerja. Jangan sampai menyesal, meninggalkan tempat kerja lama karena gaji tidak standar, tapi pindah ke tempat baru dengan gaji yang tidak lebih baik.

Pastikan dulu tempat kerja yang baru benar-benar menjamin hak karyawannya. Percuma juga kan pindah kerja ke tempat baru yang menawarkan gaji dengan standar di atas upah minimum, tapi ternyata pembayarannya kerap tersendat-sendat karena keuangan perusahaannya sedang bermasalah.

Baca Juga  7 Tips untuk Pelajar Agar Menghemat Uang Saku

Ditulis Oleh Akaibara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *