in

Apa itu Bank Pembangunan Asia?

Asian Development Bank

Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) adalah sebuah bank internasional yang berkantor pusat di Filipina. ADB membantu pertumbuhan sosial dan pertumbuhan ekonomi di Asia dengan cara memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin.

ADB didirikan pada tanggal 19 Desember 1966 di Manila. Piagam pendiriannya ditandatangani oleh perwakilan dari 31 negara.

Misi utama ADB adalah untuk mendorong pertumbuhan dan kerja sama di antara negara-negara di Kawasan Asia-Pasifik.

ADB bertanggung jawab atas sejumlah proyek besar di wilayah Asia-Pasifik dan meningkatkan modal melalui pasar obligasi internasional. Selain itu ADB juga mengandalkan kontribusi anggota, laba ditahan dari pinjaman, dan pembayaran kembali pinjaman untuk pendanaan organisasi.

Instrumen Pinjaman Bank Pembangunan Asia

ADB menawarkan beberapa jenis instrumen keuangan untuk sektor publik yang mencakup pinjaman, hibah, bantuan teknis, penjaminan, penyertaan modal dan produk manajemen utang.

Khusus untuk instumen pinjaman diberikan dalam skema Ordinary Capital Resources (OCR) dan Asian Development Fund (ADF).

Sebagian besar pinjaman dari ADB berupa skema OCR, yakni pool of funds dengan terms yang mendekati pasar (komersil) yang ditawarkan untuk negara berpendapatan menengah seperti Indonesia.

Baca Juga  Dompet Digital Milik BUMN, Berikut Beberapa Fakta LinkAja

Sementara pinjaman ADF merupakan skema pinjaman dengan bunga sangat rendah disertai hibah guna membantu mengurangi kemiskinan di negara-negara miskin anggota ADB.

Pelaksanaan Bantuan Bank Pembangunan Asia di Indonesia

Pelaksanaan bantuan yang bersumber dari ADB diarahkan pada penciptaan pelayanan umum dan sarana penunjang. Salah satunya adalah modernisasi bidang komunikasi dan serta peningkatan pendidikan dan jasa angkutan.

Pinjaman yang diberikan akan diarahkan pada pengembangan dan perluasan usaha industri yang telah ada. Seperti sektor perkebunan, pertanian, perhubungan, dan industri untuk pemeliharaan prasarana dan sarana seperti pabrik semen dan besi baja.

Selain itu bantuan juga diarahkan pada pengembangan berbagai industri yang menunjang pertanian. Seperti pabrik pupuk dan peralatan pertanian, pengembangan industri dasar dan pembentukan industri baru guna menunjang sektor pertanian, peternakan, perkebunan, pertambangan, perdagangan, dan perluasan pemanfaatan sumber-sumber daya alam lainnya.

Bantuan ADB juga disalurkan melalui perbankan untuk membangun perumahan, pengembangan dan pembinaan usaha-usaha kecil dan menengah yang bersifat padat karya.

Baca juga: Bank Investasi Infrastruktur Asia

Baca Juga  Pede (Ponsel Duit), Aplikasi yang Menjadi Solusi Finansial

Ditulis Oleh Andika Fajar

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…