in

4 Langkah Cerdas Mengalokasikan Uang

Ingin Selamat dengan Gaji di Bawah Upah Minimum, Ini Tiga Solusinya Semua karyawan tentu menginginkan gaji sesuai atau di atas Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah. Kalau pun Anda mendapatkan gaji di bawah upah minimum dan ingin tetap selamat, maka tiga solusi berikut ini bisa dicoba. Upah Minimum Regional sudah ditentukan pemerintah Indonesia setiap tahunnya. Kemudian, ditetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), lalu Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Penetapan ini biasanya berdasarkan usulan lembaga terkait, termasuk mempertimbangkan suara dari para pengusaha yang nantinya mengeluarkan gaji bagi para karyawannya. Ketika UMR/UMP/UMK sudah ditetapkan pemerintah, maka perusahaan wajib memenuhinya demi kesejahteraan para karyawan mereka. Namun, terkadang ada saja pengusaha 'nakal' yang memberikan gaji di bawah upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Dampak dari gaji di bawah upah minimum ini tentu saja akan dirasakan langsung oleh para karyawan. Kebutuhan sehari-hari yang kian meningkat tentu pastinya menjadi tantangan tersendiri. Bukannya tidak mau bersyukur, namun para karyawan dengan gaji macam ini harus pintar-pintar menghemat uang gajinya demi menyelamatkan hidupnya dan keluarganya. Berikut ini tiga solusi agar bisa selamat dengan gaji di bawah upah minimum 1. Cari Bisnis Sampingan Bisnis sampingan menjadi solusi pertama bagi para karyawan yang punya gaji di bawah standar. Dengan bisnis tersebut, Anda bisa mendatangkan pendapatan ekstra demi mencukupi kebutuhan hidup. Sebelum melakoni bisnis sampingan, Anda perlu mempertimbangkan keahlian yang dimiliki. Jangan melakoni bisnis yang jelas-jelas Anda tak mampu melakukannya, meskipun semua hal bisa dipelajari. Setidaknya, hal itu mengurangi risiko kegagalan bisnis yang justru malah menghancurkan ekonomi Anda. Sebisa mungkin, pilihlah bisnis sampingan yang tak membutuhkan banyak modal, bahkan tanpa modal sepeserpun. Kalau pun harus menggunakan modal, Anda harus memikirkan sumber modal itu dari mana. Kalau modalnya dari pinjaman, pastikan Anda mampu melunasinya dalam jangka waktu yang disepakati. 2. Pasangan Ikut Bekerja Jika merasa gaji yang didapat sebagai karyawan kurang, maka Anda bisa mengizinkan pasangan (dalam hal ini istri sebagai pasangan kepala rumah tangga) turut bekerja. Bagaimana pun, kesulitan yang dipikul berdua akan menjadi lebih ringan. Pastinya, Anda harus mengetahui apa saja risiko dan dampak negatif ketika sebuah pasangan sama-sama bekerja. Anda harus memaklumi jika mendadak kehidupan rumah tangga berbeda dari sebelumnya ketika pasangan tidak ikut bekerja. Sebaiknya, pasangan Anda memilih jenis pekerjaan di bidang yang dikuasainya. Jangan sampai memaksakan diri, meski gajinya menggiurkan. Pilih juga jenis pekerjaan yang tidak mengganggu tugas utama sebagai ibu rumah tangga, karena itu yang terpenting. 3.Pindah Tempat Kerja Ketika mendapati kerja keras Anda sebagai karyawan tidak dihargai dengan gaji selayaknya, maka Anda bisa memutuskan untuk keluar. Pindah saja ke tempat kerja lain yang sekiranya memberikan gaji dengan standar upah minimum. Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan pindah kerja. Jangan sampai menyesal, meninggalkan tempat kerja lama karena gaji tidak standar, tapi pindah ke tempat baru dengan gaji yang tidak lebih baik. Pastikan dulu tempat kerja yang baru benar-benar menjamin hak karyawannya. Percuma juga kan pindah kerja ke tempat baru yang menawarkan gaji dengan standar di atas upah minimum, tapi ternyata pembayarannya kerap tersendat-sendat karena keuangan perusahaannya sedang bermasalah.

Kesuksesan finansial tidak bisa terjadi begitu saja, tetapi berasal dari setiap langkah kecil yang Anda lakukan secara konsisten. Setiap langkah yang Anda lakukan akan membentuk kebiasaan dan kebiasaan inilah yang selanjutnya akan membawa Anda menuju kemandirian secara finansial. Lalu, kebiasaan apa saja yang akan membawa Anda mandiri secara finansial? Berikut PikiranTrader akan membahas tentang 4 langkah cerdas mengalokasikan uang;

1. Menunggu Saat Anda Menginginkan Sesuatu yang Besar

Sikap impulsif adalah salah satu faktor yang membuat Anda bisa dengan mudah mengalami kesulitan dalam aspek finansial. Namun, sikap ini sangat wajar terjadi di dalam diri banyak orang, dimana mereka menginginkan sesuatu dapat terjadi saat ini juga. Contohnya saja Anda menginginkan mobil baru saat mengunjungi showroom atau pameran mobil di pusat perbelanjaan. Hal ini dapat terjadi karena mobil yang saat ini digunakan sudah terlalu tua, membutuhkan banyak perawatan, atau Anda kesal harus membawanya ke bengkel setiap saat. Saat hal di atas terjadi, Anda harus mundur beberapa langkah terlebih dahulu sebelum membuat keputusan. Obsesi akan mudah membuat seseorang kabur dalam menilai sesuatu, jadi sebaiknya Anda menunggu dahulu. Tetapkan jangka waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan keputusan tersebut.

Baca Juga  Sadari dan Ikuti Perkembangan Financial Technology

2. Hidup di Bawah Kemampuan Anda

Banyak orang terjebak dalam gaya hidup yang salah, sehingga mereka sangat sulit mencapai tujuan keuangan dengan baik. Saat mampu menghasilkan lebih banyak uang, bukan berarti Anda harus membelanjakan uang lebih banyak juga. Faktanya adalah hidup di bawah kemampuan Anda saat ini adalah salah satu cara tercepat untuk membangun jumlah tabungan yang dimiliki. Itu artinya, Anda tidak akan bisa menabung lebih banyak, saat membelanjakan uang lebih banyak juga

Baca juga: Kebiasaan ‘Pembawa Sial’ Bagi Keuangan Para Milenial

3. Berlatih Saat Akan Membelanjakan Uang Untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Makanan adalah salah satu pengeluaran terbesar di dalam anggaran. Jika Anda tidak berhati-hati, maka akan banyak pemborosan terjadi di dalam anggaran. Namun, Anda bisa memastikan untuk pandai mengelola keuangan saat akan membeli bahan makanan. Caranya adalah dengan menetapkan anggaran belanja dan menjalankannya dengan ketat. Ketika Anda mengetahui berapa banyak uang yang harus dibelanjakan, maka Anda tidak akan memboroskan uang dalam hal makanan.

Baca Juga  Cara Cerdas Mengatur Keuangan Selama Bulan Ramadhan

4. Tidak Perlu Mengikuti Keanggotaan Gym

Pengeluaran selanjutnya yang harus dipotong adalah pengeluaran untuk gaya hidup Anda, salah satunya adalah biaya keanggotaan pusat kebugaran. Saat ini biaya keanggotaan mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 500.000 setiap bulannya. Jika diakumulasikan dalam 1 tahun, itu artinya sekitar Rp 1.200.000 sampai Rp 6.000.000 dihabiskan hanya untuk gaya hidup Anda. Kami merekomendasikan Anda untuk mencari alternatif, misalnya saja dengan menggunakan layanan streaming untuk mengetahui pola latihan yang tepat, sehingga Anda tidak perlu menyewa instruktur pribadi. Atau Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan latihan dengan tidak menggunakan alat. Ada banyak sekali variasi gerakan yang bisa Anda lakukan menggunakan alat di rumah seperti kursi, meja, dan sepasang dumbell saja. Nah, biaya keanggotaan gym tersebut bisa Anda alihkan untuk berinvestasi.

Baca juga: Pemeriksaan Keuangan, Seberapa Penting Sih?

Nah, itulah 4 langkah cerdas untuk mengalokasikan uang Anda. Langkah diatas tentunya bisa dilakukan untuk membawa Anda lebih dekat dalam mencapai kemandirian keuangan. Selamat mencoba!.

Baca Juga  Plus Minus Sistem Pembayaran Kredit

Ditulis Oleh Andika Fajar

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…