in

Menyiapkan Passive Income untuk Masa Pensiun

Menyiapkan Passive Income untuk Masa Pensiun
Photo by Olga DeLawrence on Unsplash

Dana pensiun aadlah hal yang harus dipersiapkan sejak dini karena pensiun akan terjadi kepada siapa saja. Oleh karena itu anda harus menyiapkan pemasukan yang bisa anda dapatkan ketika pensiun. Salah satu jenis pemasukan itu adalah passive income. Passive income harus disiapkan sebaik-baiknya agar kehidupan di masa pensiun menjadi lebih terjamin. Berikut adalah cara untuk menyiapkan passive income untuk masa pensiun seperti yang dilansir dari koinworks.com.

Menyiapkan Passive Income untuk Masa Pensiun

Dana pensiun dalam bentuk passive income ada baiknya dipersiapkan sejak anda mulai bekerja. Jika anda sudah tidak bisa bekerja, setidaknya passive income anda masih bisa digunakan untuk menghidupi anda di masa tua.

Passive income adalah jenis pemasukan yang bisa diterima secara terus-menerus walaupan anda tidak bekerja. Ada banyak sekali jenis passive income yang bisa dilakukan. Jenis passive income tersebut adalah antara lain bisnis, investasi keuangan, dan investasi properti. Anda bisa mempersiapkan pendanaan passive income dari gaji yang anda terima. Sisihkan sekitar 10 persen atau 20 persen gaji anda untuk diinvestasikan.

Baca Juga  Banyak Kondangan dalam Sebulan, Ini Siasat Ekonomisnya

Bisnis adalah salah satu jenis passive income yang bisa dipersiapkan. Akan tetapi hal yang harus diingat adalah risiko dalam berbisnis yang cukup besar. Selain itu bisnis tidak bisa langsung memberikan passive income ketika pertama kali dibuka. Anda baru bisa menerima passive income dari bisnis jika keuntungan dari bisnis anda sudah stabil dan sudah bisa dilakukan sesuai dengan keinginan anda.

Jenis passive income yang kedua adalah investasi produk keuangan. Ada banyak sekali jenis investasi produk keuangna yang bisa dilakukan seperti investasi saham, reksa dana, atau deposito. Yang harus anda ingat adalah persiapkan investasi ini sejak dini agar anda bisa mendapatkan imbal balik yang maksimal. Biasanya, hasil maksimal dari investasi jangka panjang ini adalah 5 tahun setelah memulai investasi dengan stabil.

Jenis passive income terakhir yang bisa dijadikan pertimbangan adalah investasi properti. Investasi jenis ini memang membutuhkan dana awal yang besar. Akan tetapi jika sudah dilakukan, keuntungan yang bisa anda dapatkan juga besar. Anda bisa melakukan investasi kos-kosan atau kontrakan agar mendapatkan keuntungan berupa passive income secara berkala.

Baca Juga  Ketahuilah Kesehatan Keuangan Lewat Fitur Pede (Ponsel Duit)
6 Tanda Persiapan Pensiun Anda Benar

6 Tanda Persiapan Pensiun Anda Benar

Sanksi Buat Perusahaan yang Tidak Memberikan THR Lebaran

Sanksi Buat Perusahaan yang Tidak Memberikan THR Lebaran