in

Strategi Keuangan di Tengah Badai PHK dan Corona

strategi keuangan
Photo by Campaign Creators on Unsplash

Akibat virus Corona, perputaran roda ekonomi menjadi terganggu dan bayang-banyak PHK mengancam. Oleh karena itu anda harus menyiapkan strategi keuangan yang baik agar bisa bertahan hidup.

Dilansir dari CNNIndonesia, jumlah karyawan yang harus dirumahkan dan di-PHK selama Corona mencapai 1 juta karyawan.

Ada sekitar 870 ribu pekerja yang harus dirumahkan oleh perusahaan. Tingkat PHK juga cukup tinggi, yaitu sebanyak 130 ribu-an karyawan.

Dengan adanya hal tersebut, banyak orang yang memutar otak agar bisa bertahan hidup selama Corona. Lebih lagi masih tidak adanya kepastian kapan pandemi ini akan berakhir.

Lalu hal apa yang harus dilakukan agar bisa bertahan selama masa pandemi ini? Berikut adalah strategi keuangan yang bisa anda lakukan.

Strategi Keuangan yang Bisa Dilakukan

Menurut Perencana Keuangan tatadana Consulting Tejasara Assad, PHK adalah hal yang menjadi momok paling mengerikan di tengah pandemi ini.

Salah satu strategi keuangan yang disarankan oleh Tejasera adalah melakukan penghematan sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan masih belum adanya titik terang kapan pandemi ini akan berakhir.

Baca Juga  Cuan Investasi Saham di Tengah Pandemi Corona

Fundamental dari berhemat adalah mengeluarkan uang hanya untuk kegiatan yang menjadi prioritas. Kebutuhan sekunder atau tersier sebisa mungkin tidak dilakukan terlebih dahulu.

Hal yang menajdi prioritas di tengan pandemi seperti ini adalah mempersiapkan dana darurat dan asuransi kesehatan. Anda bisa mengalokasikan dana kebutuhan tersier untuk kedua kebutuhan tersebut.

Anggaran keuangan sehari-hari juga harus mulai diubah. Dana yang digunakan untuk biaya transportasi bisa digunakan sebagai dana tambahan untuk menyambung kebutuhan hidup.

Tingkat kebutuhan akan mengalami peningkatan selama ada work from home (WFH). Lebih lagi untuk kebutuhan listik, air, gas, dan kebutuhan dapur.

Jika sudah memenuhi kebutuhan, anda bisa meggunakan sisa uang anda untuk dana darurat dan investasi.

Simpan dana darurat anda dalam bentuk uang tunai, bukan disimpan dalam bank. Jumlah dana darurat yang dipersiapkan sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Setelah itu, sisa uang yang anda miliki bisa dialkoasikan untuk investasi. Pilihlah investasi yang likuid atau bisa dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu singkat.

Baca Juga  IHSG Kembali Melesat di Perdagangan Hari Ini

Jangan investasikan uang anda di deposito atau jenis investasi lain yang memiliki jatuh tempo cukup panjang. Salah satu jenis investasi yang direkomendasikan Tejasera adalah reksa dana pasar uang.

Penumpang domestik

Penumpang Domestik Diterima di Bandara Soetta

syarat penumpang KA

Syarat Penumpang KA Saat PSBB