in

Inilah Rumus Menghitung Uang THR Lebaran

Ibu Rumah Tangga Berhak Menjadi Kaya, Ini Caranya
Ibu rumah tangga kaya (C) SHUTTERSTOCK

Perusahaan/instansi tak hanya asal dalam menentukan nominal ketika hendak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja/karyawan/buruhnya. Lalu, bagaimana rumus menghitung uang THR lebaran tersebut?

Ketetntuan perundang-undangan yang mengatur THR ini tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah. Ada pula landasan hukum lain, seperti Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.

Besarannya sudah diatur di dalam Pasal 3 Ayat 1 Permenaker No. 6/2016 tersebut. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah. Sementara, pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secra proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah.

Contoh Kasus Menghitung Uang THR Lebaran

Dua jenis besaran THR yang sudah diatur dalam perundang-undangan itu menghasilkan dua rumus. Berikut ini adalah contoh kasus menghitung uang THR.

Baca Juga  Emiten Saham Melonjak Efek Cairnya THR

1. Bekerja Sudah 12 Bulan

Joko adalah seorang karyawan yang bekerja di ssebuah perusahaan selama lima tahun. Upah pokoknya setiap bulan adalah sebesar Rp2.000.000. Selain itu, Joko tiap bulan mendapatkan tunjangan anak Rp500.000, tunjangan perumahan Rp100.000, tunjangan transportasi dan makan Rp1.000.000. Berapa THR yang akan diterima Joko?

Jawab:

Contoh kasus THR ini menggunakan rumus pertama, karena Joko sudah memiliki masa kerja minimal 12 bulan. Rumusnya adalah 1 kali nominal gaji per bulan (jumlah gaji ditambah tunjangan tetap.

Gaji Pokok : Rp2.000.000
Tunjangan Tetap : Rp500.000 + Rp100.000 = Rp600.000
Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap yang diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran). Karenanya, tunjangan ini tidak masuk dalam hitungan.

Jadi, THR lebaran yang berhak diterima oleh Joko adalah:
1 x (Rp2.000.000 + Rp600.000) = Rp. 2.600.000

2. Bekerja Belum 12 Bulan

Susilo sudah bekerja sebagai karyawan yang dikontrak sebuah perushaaan selama enam bulan. Gaji pokoknya setiap bulan sebesar Rp1.850.000. Selain itu, tiap bulannya Susilo juga menerima tunjangan jabatan Rp250.000 dan tunjangan transportasi Rp550.000 dan tunjangan makan Rp400.000. Berapa THR yang akan diterima Susilo?

Baca Juga  THR Bermasalah? Kemnaker Buka Posko Pengaduan

Jawab:

Contoh kasus THR ini menggunakan rumus kedua, karena Susilo bekerja belum genap 12 bulan. Rumusnya adalah masa kerja dibagi 12 (bulan) kali gaji 1 bulan (gaji pokok ditambah tunjangan tetap).

Gaji Pokok : Rp1.850.000
Tunjangan Tetap : Tunjangan Jabatan Rp250.000
Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap yang diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran). Karenanya, tunjangan ini tidak masuk dalam hitungan.

Jadi, THR lebaran yang berhak diterima oleh Susilo adalah:
6/12 x (Rp1.850.000 + Rp250.000) = Rp1.050.000

Alokasi Dana THR

Berinvestasi dengan Memanfaatkan Uang THR Lebaran

menghitung zakat

Menghitung Zakat di Tengah Badai Corona