in

Menghitung Zakat di Tengah Badai Corona

menghitung zakat
Photo by stevepb on Pixabay

Dengan adanya pandemi Corona ini, banyak orang yang kehilangan penghasilannya. Lalu bagaimana cara mereka untuk menghitung zakat fitrah dan harta mereka?

Zakrat adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim yang sudah memiliki penghasilan. Walaupun terjadi pandemi, zakat tetap harus dilaksanakan.

Cara Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Dilansir dari CNNIndonesia, Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muhammad Arifin Purwakananta menyatakan bahwa jika mampu secara finansial, maka umat muslim wajib membayar zakat.

Akan tetapi, dalam zakat ada nisab wajib mengeluarkan zakat atau sering disebut  jumlah minimal dalam pembayaran zakat.

Dengan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemotongan gaji, banyak orang yang tidak mencapai batas nisab.

Jika seseorang tidak mencapai batas nisab yang sudah ditentukan, maka orang tersebut tidak diwajibkan untuk berzakat.

Hal tersebut berbeda jika seorang pegawai yang di-phk atau mendapatkan pemotongan gaji memiliki pendapatan tambahan yang lain.

Jika dari gabungan gaji yang dipotong dan pendapatan sampingan mencapai nisab, maka orang tersebut wajib untuk berzakat.

Baca Juga  Mengenal Teknik Kakeibo, Seni Menyimpan Uang ala Jepang

Secara umum, jenis zakat bisa dibagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah adalah zakat wajib bagi umat muslim yang dilakukan pada bulan Ramadan. Zakat fitrah akan disalurkan dalam bentuk makanan pokok.

oleh karena itu di Indonesia zakat fitrah akan diberikan daam bentuk beras. Batas pembayaran adalah sebelum khatib naik mimbar ketika shalat Idul Fitri.

Zakat fitrah di Indonesia diwajibkan sebanyak 2,5kg beras. Jika dirupiahkan, zakat tersebut senilai Rp40-Rp50 ribu.

Jenis zakat yang berikutnya adalah zakat mal atau zakat harta. Harta yang wajib dikeluarkan akatnya adalah gaji (uang), emas, investasi, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, zakat mal diatur di Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Syariat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif.

Zakat mal ini diwajibkan untuk seseorang jika sudah mencapai batas nisab dan batas waktu.

Nisab dari zakat mal ini sendiri adalah jika seorang muslim memiliki harta yang setara dengan harga 85 gram emas 24 karat dalam satu tahun.

Baca Juga  Anggaran untuk Menonton Pertandingan Sepak Bola

Jika dilihat dari harga emas sekarang dengan nilai Rp908 ribu per gram, maka zakat mal diwajibkan bagi seseorang dengan total pendapatan setahun lebih dari Rp77,18 juta.

Zakat mal yang sering dibayarkan adalah zakat penghasilan. Nisab dari zakat ini adalah setara 500 kilogram beras.

Jika harga beras sekarang adalah Rp13 ribu perkilo, maka zakat penghasilan diwajibkan bagi seseorang dengan penghasilan bulanan sebesar Rp6,5 juta per bulan. Jumlah zakat ini adalah 2,5 persen dari gaji.

Ibu Rumah Tangga Berhak Menjadi Kaya, Ini Caranya

Inilah Rumus Menghitung Uang THR Lebaran

membayar zakat digital

Membayar Zakat Digital, Memang Ada?