in

Dompet Digital “Riba”, Benarkah?

Di era kekinian ini, dompet digital menjadi primadona di kalangan masyarakat luas. Kehadiran dompet digital atau yang biasa disebut e-wallet berbasis kartu maupun aplikasi dinilai lebih praktis dan memudahkan kehidupan sehari-hari. Namun belakangan ini, banyak masyarakat yang berpendapat bahwa transaksi menggunakan dompet digital mengandung unsur riba.

Hal itu terjadi karena transaksi tersebut dianggap piutang. Ditambah lagi, diskon atau promo yang ditawarkan di dompet digital menjadi salah satu aspek yang menjadikannya riba.

Hal itu terjadi karena Anda tidak akan mendapatkan diskon maupun promo saat bertansaksi dengan uang cash.

Lalu, benarkah dompet digital ternyata riba?

Dikutip dari detik.com, Ahli Fikih Muamalah, Oni Sahroni menjelaskan bahwa transaksi dompet digital tidak termasuk riba, karena hal tersebut bukan piutang, melainkan jual beli jasa.

Menurut Oni, setiap diskon atau promo yang diberikan oleh dompet digital itu diperbolehkan karena terjadi dalam transaksi jual beli jasa. Oni juga menjelaskan bahwa kriteria dompet digital atau e-wallet sesuai dengan prinsip syariah.

Baca Juga  Rupiah Merosot Sedikit Pagi Ini ke Rp.14.125

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang uang elektronik syariah, yaitu Fatwa DSN NO: 116/DSN-MUI/IX/2017. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

1. Dompet digital bukan transaksi yang dilarang. Transaksi yang terjadi dalam dompet digital termasuk halal asalkan tidak melenceng dari syariah agama.

2. Biaya transaksi adalah biaya riil sesuai dengan prinsip jual beli. Biaya yang ditagihkan dalam transaksi dompet digital terkadang lebih mahal, hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena ada biaya jasa yang harus dibayarkan.

3. Dana ditempatkan di bank syariah yang sesuai dengan syariah agama

4. Jumlah nominal uang yang ada di penerbit jika kartu atau saldo yang ada di akun dompet digital hilang.

5. Akad antara penerbit atau lembaga yang mengeluarkan dompet digital dengan para pihak penyelenggara dompet digital adalah ijarah, ju’alah, dan wakalah bi al-ujrah.

Dengan demikian, transaksi dompet digital bukanlah transaksi berbentuk riba karena sudah memenuhi ketentuan-ketentuan transaksi jual beli dalam syariah agama. Jadi, jangan risau lagi untuk menggunakan dompet digital di era kekinian ini.

Baca Juga  Pajak dan Bea Cukai. Apa Perbedaanya?

Baca juga: Dompet Digital di Era Kekinian

Tinggalkan Balasan

FXPro Memberikan Dukungan Kepada Pemula

Fakta dibalik mitos investasi saham

5 Tips Penting untuk Mahasiswa yang Mau Memulai Investasi