in

Siapkah Indonesia Menuju Cashless Society?

Pernahkah Anda mendengar istilah Cashless Society? Atau mungkin Anda sering bertransaksi menggunakan Go-Pay, OVO, Dana, dan semacamnya?
Go-Pay, OVO, dan Dana adalah beberapa contoh metode cashless yang saat ini sedang populer di Indonesia.

Apa arti Cashless Society?

Dikutip dari wikipedia.org, cashless society adalah sebuah keadaan ekonomi dimana transaksi finansial yang tidak dilakukan dengan uang dalam bentuk fisik, melainkan melalui transfer informasi digital atau uang elektronik antar pihak yang bertransaksi.

Dirujuk dari kumparan.com, tren cashless society tidak hanya terjadi di Indonesia. Sistem ini telah dilakukan di negara lain terutama di negara-negara maju.

Pada tahun 2014, Belgia menjadi negara yang menempati posisi pertama dalam penerapan sistem ini. Sedangkan, Tiongkok menjadi juara pertama di Benua Asia.

Meskipun tren ini sedang menjadi primadona terutama di berbagai negara maju, nyatanya juga masih ditemukan beberapa kekurangan.

Berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh cashless society:

Kelebihan:

1. Praktis

Bukan sebuah rahasia lagi jika bertransaksi dengan uang elektronik memudahkan kita dalam segala hal. Bahkan kelebihan ini menjadi salah satu alasan diterapkannya sistem E-Toll, karena diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan akibat antrian bayar tol.

Baca Juga  Risiko Pay Later yang Wajib Anda Ketahui!

2. Jejak pegeluaran yang lebih rinci

Dengan bertransaksi menggunakan sistem cashless, Anda dapat lebih mudah meninjau kembali berapa banyak uang yang telah Anda keluarkan. Tak hanya itu, Anda juga dapat meninjau jumlah transaksi, tempat, dan juga waktu transaksi.

3. Banyak promo yang ditawarkan

Anda dapat meminimalisir pengeluaran Anda jika mendapatkan promo-promo yang ditawarkan dalam system cashless. Beberapa cashless di Indonesia juga bekerja sama dengan merchant atau perusahaan terkait dalam memberikan promo kepada konsumen.

Kekurangan:

1. Perlu Pemahaman Teknologi

Karena tren transaksi ini sangat bergantuk dengan teknologi, pengguna harus benar-benar memahami teknologi dan memahami bagaimana cara memakainya. Namun pada kenyataannya, tidak semua masyarakat Indonesia dapat menggunakan teknologi dengan baik dan masih perlu banyak edukasi.

2. Lebih Boros

Terkadang pengguna tidak sadar jika telah mengeluarkan uang yang cukup besar pada system cashless-nya. Ditambah lagi, dengan adanya promo-promo menarik yang ditawarkan, pengguna lebih ingin membeli banyak hal tanpa memperhatikan pengeluarannya.

Lantas, siapkah Indonesia menuju cashless society?

Meskipun banyak masyakarat Indonesia yang telah memahami teknologi dengan baik, namun tidak sedikit juga masyarakat Indonesia yang masih belum paham betul dengan teknologi, terutama masyarakat di daerah tertinggal.

Baca Juga  Kepoin 4 Akun Resmi Line ini untuk Mendapatkan Promo Murah

Ditambah lagi, jaringan internet di Indonesia belum sepenuhnya menyeluruh ke pelosok negeri. Sistem cashless society akan dapat terwujud jika masyarakat di sebuah negara telah memahami betul cara penggunaannya.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat Indonesia tentang apa itu cashless society harus lebih ditingkatkan lagi.

Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah Indonesia telah siap menuju cashless society?

Baca juga: Dompet Digital di Era Kekinian

Tinggalkan Balasan

6 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Bisnis

Inilah Keuntungan Mengikuti Sekolah Pasar Modal