in

Promo Dompet Digital Membuat Kita Semakin Boros. Benarkah?

Tips mengelola keuangan pribadi

Tren produk e-wallet atau dompet digital baru-baru ini meningkat tajam. Dengan memiliki akun dompet digital Anda tidak perlu membawa banyak uang tunai. Selain itu, beberapa dompet digital saat ini mengeluarkan promo cashback.

Misalnya, Go-Pay, OVO, dan Dana, yang dalam periode tertentu memiliki promo dengan cashback hingga 60 persen.

Selain itu, LinkAja, dompet digital milik Asosiasi Bank Milik Negara juga menawarkan promo menarik di awal peluncurannya.

Namun, kehadiran dompet digital cenderung membuat masyarakat konsumtif. Misalnya, seseorang sebenarnya tidak benar-benar membutuhkan makanan atau barang, tetapi melihat promo cashback, secara tidak sadar mereka akan membelinya.

Bahkan, meskipun tanpa cash back, Anda tentu tidak ingin membelinya. Anda mungkin merasa lebih sulit untuk menahan diri dari membeli makanan atau barang-barang yang memiliki promo dari dompet digital.

Agar lebih terkendali dan bijaksana dalam menggunakan promo cashback dompet digital, berikut adalah beberapa tips untuk Anda:

Gunakan hanya satu atau dua aplikasi

Jangan memiliki terlalu banyak akun dompet digital karena akan membingungkan ketika ada promo pada saat yang sama. Ini juga akan membuat Anda terpancing untuk membeli menggunakan dompet digital yang berbeda untuk barang atau makanan yang berbeda, yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Anda harus fokus hanya pada satu atau dua dompet digital dan pura-pura tidak tahu apakah ada promo lainnya.

Baca Juga  Belajar Hidup Hemat dari Ibu Rumah Tangga di Jepang (Part 1)

Baca juga: Dompet Digital “Riba”, Benarkah?

Batasi saldo

Isi saldo dompet digital  Anda dari rekening tabungan. Gunakan hanya untuk hal-hal penting, seperti transportasi atau membeli makan siang ketika tidak membawa banyak uang. Diterjemahkan dari laman Online TradingAsia, jumlah saldo yang sedikit akan membuat Anda lebih menahan diri untuk berbelanja dibandingkan jika anda mengisi dalam jumlah besar di awal.

Keinginan atau kebutuhan?

Keinginan dan kebutuhan tentunya adalah dua hal yang berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang Anda butuhkan sehingga Anda harus membelinya. Sedangkan keinginannya lebih pada lapar mata yang sebagian besar menyebabkan penyesalan menjadi boros. Karena itu, pikirkan dua kali sebelum membeli barang atau makanan yang memiliki promo cashback.

Periksa syarat dan ketentuannya

Biasanya dalam iklan yang dipasang tertulis promo uang kembali 60 persen. Tanpa pikir panjang, mereka yang melihatnya akan langsung membeli makanan atau barang.

Bayangkan, jika Anda membeli dengan harga total Rp 500.000, Anda akan mendapatkan pengembalian uang sebesar Rp 300.000. Sayangnya, ada catatan yang menyatakan bahwa cashback maksimal Rp20.000 atau Rp25.000. Karena itu, Anda harus memeriksa syarat dan ketentuan promo yang diberikan, apakah sesuai dengan apa yang diiklankan atau dengan catatan tambahan.

Baca Juga  BI: Kebutuhan Uang Kartal Ramadhan-Lebaran 2019 Capai 217 T

Tinggalkan Balasan

Ubah Rp 1.000 jadi Rp. 1

Bagaimana Persiapan Indonesia Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1?

Profesi generasi milenial

4 Profesi Favorit Generasi Milenial