in

Kakeibo, Bagaimana Cara Kerjanya?

cara kerja Teknik Kakeibo

Setelah mengetahui apa itu Kakeibo, sebenarnya bagaimana cara kerja kakeibo? Pada dasarnya cara kerja Kakeibo tak berbeda jauh dari teknik penyusunan anggaran secara umum. Hanya saja pencatatan pendapatan dan pengeluaran pada Kakeibo cenderung lebih detail, karena dilakukan dalam bentuk catatan harian, mingguan, bulanan, bahkan hingga tahunan.

Cara kerja Kakeibo terdiri dari lima tahap berurutan. Artinya, penerapan teknik menyimpan uang ala Jepang ini harus dilakukan urut sesuai dengan tahapannya.

1. Catat pendapatan di awal bulan

Langkah pertama adalah mencatat pendapatan di awal bulan. Sebenarnya tak harus mutlak di awal bulan, karena penerimaan gaji tak selalu di awal bulan. Jadi, tahap ini bisa disesuaikan dengan waktu memperoleh pendapatan.

Baca juga: 5 Tips Agar Uang Gaji Tidak Cepat Habis

Sebagai permulaan, catat pendapatan tetap yang diterima. Selanjutnya, dari pendapatan tersebut kurangilah dengan pengeluaran rutin, seperti biaya listrik, biaya sekolah, biaya sewa rumah atau kos, cicilan utang jika ada, dan biaya-biaya lain yang sifatnya tetap. Dengan demikian akan diperoleh sisa pendapatan setelah dikurangi pengeluaran rutin.

Baca Juga  Wajib Disimak Untuk Fresh Graduate ! Cara Mengatur Keuanganmu

2. Sisihkan uang untuk tabungan

Tahap kedua adalah menyisihkan uang untuk tabungan. Kebanyakan orang baru akan menabung jika terdapat sisa uang di akhir bulan. Sayangnya, uang telah habis digunakan di akhir bahkan sebelum mencapai akhir bulan. Jelas tidak ada yang bisa untuk ditabung. Di sinilah letak kekeliruannya. Jangan menabung dari sisa uang belanja, tetapi tabungan harus ditentukan di awal sebelum uang digunakan untuk berbelanja. Inilah yang diajarkan dalam teknik kakeibo.

Dari sisa pendapatan setelah dikurangi pengeluaran rutin yang bersifat tetap tadi, tentukan sebagian yang sanggup untuk disisihkan sebagai tabungan. Jadi, dari sisa pendapatan yang telah dikurangi dengan tabungan inilah yang dapat digunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

3. Catat pengeluaran harian

Di tahap ketiga yaitu mencatat pengeluaran harian, Anda hanya akan menggunakan atau mengalokasikan uang dari pendapatan yang telah dikurangi pengeluaran rutin tetap dan tabungan. Agar pencatatan pengeluaran harian lebih mudah, Anda bisa membagi pengeluaran dalam empat kategori.

  • Kebutuhan (survival), yakni pengeluaran yang mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, dan obat-obatan.
  • Rekreasi (optional), yakni pengeluaran untuk kebutuhan yang bersifat pilihan seperti makan di luar atau restoran, camilan, dan belanja produk fashion (baju, tas, sepatu).
  • Tambahan wawasan atau hiburan (culture), yakni pengeluaran untuk kebutuhan yang bersifat hiburan seperti belanja buku dan majalah, nonton film di bioskop, nonton konser, dan lain-lain.
  • Pengeluaran tambahan (extra), yakni pengeluaran untuk kebutuhan tambahan seperti pembelian kado, sumbangan pernikahan, biaya perbaikan peralatan elektronik, dan lainnya.
Baca Juga  Hindari Utang Kartu Kredit Pada 4 Hal Ini!

Dengan kategorisasi pengeluaran tersebut, pencatatan setiap pengeluaran harian menjadi lebih mudah dan terarah. Artinya, Anda bisa memilah-milah catatan semua pengeluaran harian secara lebih fokus atau spesifik, sehingga tidak terjadi tumpang tindih catatan yang justru menimbulkan kebingungan.

4. Buat catatan pengeluaran tahunan

Selain mencatat pengeluaran harian, Anda juga bisa mencatat pengeluaran bulanan dan tahunan. Maka dari itu, di tahap berikutnya adalah buatlah catatan pengeluaran tahunan. Catatan pengeluaran tahunan ini merupakan tujuan yang ingin Anda capai di masa yang akan datang. Misalnya, menabung untuk liburan atau membeli kendaraan, rumah, atau hal lainnya. Anda bisa membuat catatan khusus untuk tujuan tersebut, agar Anda dapat lebih mudah dalam mengumpulkan uang guna mewujudkannya.

5. Evaluasi pengaturan uang

Tahapan yang terakhir adalah mengevaluasi pengaturan uang yang telah dilakukan. Cermati kembali catatan pengeluaran harian yang telah dibuat. Anda bisa melihat kategori pos pengeluaran mana yang menghabiskan banyak uang. Jika masih dimungkinkan untuk dilakukan perampingan pada pos-pos pengeluaran tertentu, maka di bulan berikutnya Anda bisa lebih berhati-hati dalam mengatur dan membelanjakan uang Anda.

Baca Juga  5 Tips Agar Uang Gaji Tidak Cepat Habis

Tinggalkan Balasan

5 Tips Trading Saham dari Ellen May

5 Tips Trading Saham dari Ellen May

target keberhasilan trader

Penyebab dan Cara Mengatasi Metatrader yang tidak Terhubung