in

Perokok Berat Bisa Menghemat Pengeluaran

Perokok Berat Bisa Menghemat Pengeluaran
Jika Anda seorang perokok berat, biasanya cenderung mendapatkan stigma orang yang boros. Namun, artikel berikut ini bakal membuktikan bahwa orang boros itu bisa juga menghemat pengeluaran setiap bulan. (C) ikhwanfiddhien

Jika Anda seorang perokok berat, biasanya cenderung mendapatkan stigma orang yang boros. Namun, artikel berikut ini bakal membuktikan bahwa orang boros itu bisa juga menghemat pengeluaran setiap bulan.

Seorang perokok berat biasanya menghabiskan setidaknya satu bungkus rokok dalam sehari. Anggap saja harga perbungkus rokoknya 15 ribu rupiah, artinya dalam satu bulan ia bakal mengeluarkan uang 450 ribu rupiah hanya untuk merokok. Dalam satu tahun, total 5.475.000 rupiah harus dibakar demi rokok.

Andai dapat mengurangi pengeluaran untuk uang rokok, berapa pun itu si perokok berat dapat menggunakan uangnya untuk keperluan lainnya yang lebih bermanfaat. Dalam satu bulan mungkin jumlahnya tak berarti. Tapi, bayangkan jika uang hasil berhemat itu dikumpulkan dalam satu tahun.

Misalkan mampu berhemat 100 ribu rupiah sebulan, dalam setahun setidaknya ada dana 1,2 juta rupiah yang bisa Anda pakai untuk keperluan lain. Mungkin Anda bisa mengalokasikan untuk membeli susu anak, menabung untuk pendidikan anak, mencicil rumah, dan lain-lain.

Mungkin, si perokok berat bakal mengaku kesulitan ketika diminta berhemat. Namun, pelan-pelan, dengan sabar, dan bertahap, dijamin pendapatannya tiap bulan akan bertambah. Yang semula merasa pemasukannya pas-pasan, akhirnya dapat tersenyum lebar karena masih ada sisa uang hasil berhemat dan tetap merokok.

Baca Juga  Ketentuan Kartu Kredit yang Wajib Anda Pahami (Part 2)

Bagaimana bisa? Berikut ini 5 tips menghemat pengeluaran untuk para perokok berat.

1. Mengurangi Jatah Rokok yang Dibeli

Mengurangi jatah rokok yang dibeli merupakan salah satu cara para perokok berat untuk berhemat. Memang, tidak langsung menguranginya secara ekstrim, tapi bertahap sesuai kemampuan.

Anggap saja, biasanya si perokok berat menghabiskan satu bungkus rokok dalam sehari. Mula-mula demi berhemat, satu bungkus rokok harus bisa dipakai dalam dua hari. Artinya, dalam sebulan, yang tadinya menghabiskan 30 bungkus, setelah berhemat jadi 15 bungkus saja. Pengeluaran perbulan untuk uang rokok yang semula 450 ribu rupiah, menjadi hanya 225 ribu rupiah, atau hemat separuhnya.

2. Membeli Rokok Harga Grosir

Membeli rokok dengan harga grosir juga menjadi cara bagi para perokok berat untuk berhemat. Memang, untuk yang satu ini butuh perjuangan ekstra.

Membeli rokok dengan harga grosir akan membuat si perokok berat mendapatkan stok rokok yang lebih banyak dari biasanya. Tentu saja, dengan ‘memborong’, harga yang didapatkan juga lebih murah daripada membeli per bungkus atau mengecer batangan.

Baca Juga  Belajar Hidup Hemat dari Ibu Rumah Tangga di Jepang (Part 1)

Menyimpan stok rokok dalam jumlah banyak merupakan tantangan tersendiri untuk si perokok berat dalam menjalankan cara satu ini. Tentu saja, ketika stok rokok banyak, godaan untuk segera menghabiskannya juga semakin besar.

3. Mengganti Rokok yang Lebih Murah

Mengganti rokok yang lebih murah juga bisa menjadi solusi bagi para perokok berat dalam berhemat. Untuk cara satu ini, si perokok berat harus bisa beradaptasi, karena ini berhubungan dengan selera dan rasa.

Jika biasanya Anda membeli rokok dengan harga 15 ribu rupiah misalnya. Cobalah membeli rokok dengan harga 13 ribu. Biasanya, beda harga, tentu beda rasa. Meski cuma selisih 2000 rupiah, akan sangat berarti jika dikumpulkan dalam satu tahun.

4. Mencoba Rokok Buatan Sendiri

Mencoba rokok buatan sendiri juga bisa menjadi solusi untuk para perokok berat dalam berhemat. Rokok buatan sendiri ini rasanya juga tak kalah nikmatinya, jika pas dalam meraciknya.

Rokok buatan sendiri ini biasa dikenal dengan sebutan tingwe (ngelinting dewe). Artinya melinting sendiri (dalam Bahasa Jawa). Bahan utamanya dibutuhkan tembakau, cengkeh, dan kertas. Khusus untuk kertasnya, Anda bisa memakai kertas yang khusus untuk rokok, atau kertas lain, bahkan koran bekas.

Baca Juga  Menjadi Freelancer? Jawab Dulu Beberapa Pertanyaan Berikut!

5. Berhenti Merokok!

Solusi terakhir bagi para perokok berat adalah berhenti merokok. Dengan berhenti merokok, maka berhemat jutaan rupiah setahun bisa dilakukan.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization), rokok merupakan penyebab utama kenaikan angka kematian di dunia setiap tahunnya. Sebab, di dalam sebungkus rokok terdapat lebih-kurang 4.000 zat kimia yang dapat merusak sel dan sistem dalam tubuh. Karenanya, rokok dapat menjadi sumber berbagai penyakit pernapasan, kanker, dan paru-paru.

Dengan berhenti merokok tak cuma membuatnya menghemat pengeluaran tiap bulannya, tapi juga bermanfaat uangnya. Uang yang tadinya dipakai membeli rokok bisa dialihkan penggunaannya untuk membeli barang-barang lain yang lebih berguna, investasi, asuransi, dan lain-lain.

Memang, memutuskan berhenti merokok tidaklah mudah, tapi bukan suatu hal yang sulit. Yang utama, dibutuhkan niat kuat. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempermudah niat berhenti merokok. Semuanya harus dilakukan dengan sabar, bertahap, hingga tak ada lagi keinginan untuk merokok.

Tinggalkan Balasan

mahasiswa melakukan trading saham

Apakah Mahasiswa Bisa Melakukan Trading Saham?

Instagram shopping

Belanja Mudah Melalui Fitur Shopping Milik Intagram