in

Risiko Pay Later yang Wajib Anda Ketahui!

pay later

Layanan Pay Later atau layanan bayar kemudian kini semakin populer dikalangan masyarakat, khususnya bagi pengguna aplikasi online seperti  contohnya Traveloka, Ovo, dan Gojek. Dengan adanya layanan ini, masyarakat akan semakin dimudahkan untuk bisa berbelanja, beli makanan, beli gawai, bayar transportasi, travelling  hingga pemenuhan kebutuhan konsumsi lainnya. Lalu bayarnya? tidak perlu khawatir, bisa dicicil setiap bulan sesuai kemampuan. Layanan ‘Pay Later’ ini memang terkesan sangat memudahkan bagi konsumen, namun jika tidak berhati-hati risiko lilitan utang siap menanti. Hal ini diungkapkan oleh Grant Thornton, organisasi global terkemuka yang menyediakan jasa assurance, tax, dan advisory, yang telah merangkum lima risiko penggunaan pay later yang perlu kamu pahami sebelum menggunakan fitur ini agar tidak terjerat utang berlebihan setelah penggunaannya.

1. Perilaku Konsumtif

Tanpa disadari dengan kemudahan untuk beli sekarang bayar belakangan atau pay later memberikan dorongan impulsif dalam keputusan pembelian yang seringkali justru jatuh kepada barang-barang yang tidak diperlukan, jangan lupa pelaku usaha juga memiliki strategi melakukan promo untuk menghabiskan produk mereka yang tidak terlalu laku.

Baca Juga  Gawat! Tahun 2020 Millenials Diprediksi Melarat

2. Pengaturan Keuangan Terganggu

Mudahnya pembelian fasilitas pay later dari berbagai aplikasi seringkali dapat mengganggu pengaturan keuangan pribadi dengan banyaknya cicilan yang datang. Dana yang disisihkan untuk membayar tagihan pay later juga dapat terpakai untuk keperluan tak terduga sewaktu-waktu sehingga menimbulkan risiko tidak mampu bayar yang tinggi. Karena melihat dari teknisnya, perusahaan aplikasi dengan layanan ini akan membayarkan dulu alias menalangi transaksi pengguna di merchant/toko terkait. Lalu setelahnya, pengguna diwajibkan membayar tagihan beserta bunga tertentu kepada perusahaan aplikasi dengan cara menyicil selama periode waktu yang ditentukan.

Baca juga: Keuntungan Investasi Reksadana di Bukalapak

3. Biaya yang Tidak Disadari

Masyarakat terutama milenial sangat menyukai kecepatan dan kepraktisan, terkadang mereka tidak memahami berbagai biaya yang langsung aktif disaat mereka menggunakan fitur pay later seperti biaya subscription, biaya cicilan dan biaya lainnya yang dapat berbeda dari tiap aplikasi. Biaya ini seringkali memberatkan disaat tagihan datang.

4. Penunggakan yang Berisiko pada BI Checking

Melalui BI checking, lancar atau tidaknya pembayaran nasabah akan terlihat jelas. Jika terjadi tunggakan transaksi pada pay later, tagihan tersebut akan menyebabkan catatan reputasi kredit yang buruk, hal ini akan menyebabkan pengajuan kredit lain yang sifatnya lebih penting untuk digunakan seperti properti dan kendaraan memiliki risiko ditolak kedepannya.

Baca Juga  10 Aplikasi Android Termahal di Dunia (Part 2)

5. Peretasan Identitas

Bertransaksi via digital tak luput dari bahayanya peretasan yang mengintai. Meskipun setiap aplikasi tentu sudah menyiapkan keamanan tingkat tinggi untuk penggunanya, risiko para kriminal siber mempu menemukan cara meretas database di akun transaksi pengguna dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab tetap ada.

Baca juga: Susah Berhemat? Coba Trik Psikologis Berikut!

Nah itulah beberapa risiko yang sering kali tak disadari oleh para pengguna layanan pay later. Melihat banyaknya risiko yang mungkin timbul dari sistem pembayaran ini, sebaiknya bisa disikapi secara bijaksana. Gunakan fitur pay later dengan bijak dan sesuaikan dengan kemampuan bayar Anda, agar terhindar dari jeratan utang maupun cicilan yang melilit. Semoga artikel PikiranTrader kali ini membantu. 

Tinggalkan Balasan

CPNS 2019

Wah! Dengan Nilai Tahun 2018, Peserta Bisa Ikut Seleksi CPNS 2019

saham netflix mengalami penurunan

Pernah Kehilangan Pelanggan, Saham Netflix Mengalami Kemerosotan