in

Kebiasaan ‘Pembawa Sial’ Bagi Keuangan Para Milenial (Part 2)

keuangan para milenial

Menjadi milenial yang produktif dan mampu mengatur keuangannya sendirimerupakan keinginan bagi setiap orang. Namun, tak banyak disadari, kebiasaan-kebiasaan yang terlihat sepele, dapat menjadi biang dari berantakannya keuangan para milenial selama ini. Nah, jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas beberapa kebiasaan yang dapat menjadi biang ‘pembawa sial’ keuangan para milenial, kali ini PikiranTrader akan membahas pada part 2. Penasaran? simak ulasannya berikut ini;

4. Malas Mengembangkan Kemampuan Diri

Saat ini, persaingan tenaga kerja memang sangat ketat. Memiliki keterampilan tambahan tentunya menjadi pilihan positif untuk mempertahankan jabatan kerja atau mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik. Di perusahaan tempat bekerja, biasanya tak jarang diadakan pelatihan ataupun short course. Maka, ketika kesempatan tersebut ada, tak ada salahnya untuk memanfaatkan tawaran tersebut. Jika di kantor tidak ada program pelatihan, sebaiknya sisihkan dana untuk mengambil kelar kursus keterampilan tertentu di luar jam kerja.

Baca juga: Cara Melaporkan SMS Penipuan ke OJK

Dengan mengikuti pelatihan atau short course akan meningkatkan keterampilan diri, dan secara otomatis branding diri akan meningkat pula. Banyak pilihan soft skill yang saat ini sangat dibutuhkan, dari kemampuan berbahasa asing, keterampilan dalam pengoperasian komputer, dan lain-lain. Ketika memiliki beberapa keterampilan yang dimiliki, maka akan terdapat peluang untuk promosi jabatan yang tentunya dapat memperbaiki keadaan finansial. Maka, jangan takut untuk selalu mengikuti seminar, course, training, ataupun workshop yang diadakan oleh perusahaan. Atau tak ada salahnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan tadi secara mandiri, menggunakan uang pribadi. Anggap saja uang yang dikeluarkan merupakan sebuah investasi yang akan menghasilkan manfaat di masa yang mendatang.

Baca Juga  Dampak Negatif Peredaran Uang Palsu Bagi Perekonomian

5. Enggan Mencari dan Melakukan Pekerjaan Sampingan

Bekerja sampingan mungkin kurang menarik bagi sebagian orang. Namun, sebenarnya bekerja sampingan tidak ada salahnya. Dengan dalih memanfaatkan waktu luang setelah berkerja atau saat weekend dapat menjadi alternatif untuk bekerja sampingan. Saat ini banyak sekali jenis pekerjaan sampingan, misalnya bisnis online dan freelancer. Melakukan pekerjaan sampingan selain untuk mengisi waktu luang, tentunya juga menghasilkan uang. Layaknya peribahasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, maka dengan melakukan pekerjaan sampingan selain untuk mengisi kebosanan di waktu luang, juga mendapatkan penghasilan tambahan.

6. Masih Saja Enggan Investasi

Saat ini, di tengah harga kebutuhan sehari-hari yang melambung, melakukan investasi walaupun sedikit merupakan salah satu pilihan sangat bijak. Menyisihkan sebagian gaji bulanan merupakan pilihan tepat. Tidak perlu harus nominal besar, uang seadanya pun tak mengapa, asal dilakukan secara teratur tiap bulannya. Investasi dapat berupa uang, deposito, emas, ataupun asuranSi pendidikan atau kesehatan. Memiliki investasi akan sangat membantu di masa mendatang, karena segala sesuatu di masa depan telah dipersiapkan dari sekarang, sehingga akan mengurangi pengeluaran di masa mendatang.

Baca Juga  Awas! Kondisi ini Jadi Biang Pengeluaran Tak Terduga Anda!

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan e-Banking yang Wajib Anda Ketahui!

Nah itulah beberapa kebiasaan yang dapat berdampak buruhk, khususnya untuk keuangan para milenial. Sebagai milenial yang melek akan perkembanan tehnologi, sudah seharusnya untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut ya. Semoga ulasasan PikiranTrader kali ini membantu Anda, khususnya para milenial.

Tinggalkan Balasan

Langkah agar Perusahaan Go Public

4 Langkah agar Perusahaan Go Public. Apa Saja?

Keuntungan Trading di Broker eToro

Keuntungan Trading di Broker eToro