in ,

Awas Tertipu! ini Ciri Arisan Online Palsu

Arisan bahkan sudah bisa dilakukan secara online. Dan jangkauan yang lebih luas. Hanya bermodalkan sosial media pada smartphone seseorang bisa membuka jasa arisan online kepada pengguna sosial media.

Arisan merupakan cara menabung yang dilakukan oleh sekelompok orang. Dengan mengumpukan uang secara teratur pada periode tertentu. Arisan juga sudah menjadi budaya di Indonesia. Tak hanya berinvestai, namun juga sebagai ajang menjaga silaturahmi. Pada umumnya, kerap kali diadakan dalam sebuah keluarga, lingkup sepertemanan atau tetangga.

Sejalan dengan seiring berjalannya waktu dan canggihnya teknologi. Arisan bahkan sudah bisa dilakukan secara online. Dan jangkauan yang lebih luas. Hanya bermodalkan sosial media pada smartphone seseorang bisa membuka jasa arisan online kepada pengguna sosial media.

Sayangnya, jika belum kenal Anda harus berhati-hati. Dengan arisan online si pemilik bisa saja memanfaatkan usaha tersebut untuk meraup keuntungan sendiri. Mengingat, arisan online ini hanya menawarkan sejumlah uang dan tidak menawarkan barang. Sehingga mempermudah pelaku membawa kabur uang anggotanya.

Ciri Penipuan Berkedok Arisan Online

Ciri-ciri arisan online, biasanya pemilik arisan online akan menawarkan jasanya berupa iming-iming imbalan yang bagus seperti bonus yang besar atau hadiah. Selain itu, pemilik juga akan memberikan informasi cara main yang mudah. Misalnya hanya tinggal memberikan nama dan nomor telepon kepada si pemilik atau admin. Kemudian, calon anggota akan diperintahkan untuk mentransfer sejumlah uang yang sudah di tentukan ke rekening pemilik.

Baca Juga  Awas! Ini Ciri-ciri Penipu Loker Online (Part 2)

Dengan system yang mudah dengan imbalan besar, tentu akan membuat kalangan wanita mudah tergiur. Awalnya akan biasa saja. Namun semaikin lama, setelah banyak orang yang bergabung. Saat admin sudah meraup keuntungan dengan jumlah yang besar, maka orang tersebut akan menghilang begitu saja tanpa jejak. Menyeramkan bukan ?

Cara Menghindar Arisan Online

Jika tidak ingin ditipu, maka Anda harus berhati-hati agar tidak dirugikan. Berikut beberapa hal yang harus Anda pahami sebelum bergabung menjadi anggota arisan online.

Kenali Identitas Usaha serta Pemiliknya

Jika sebuah bisnis jasa atau produk itu benar. Pemilik akan memberikan informasi terkait seluruh identitasnya secara terbuka. Mulai dari nama pemilik, alamat lengkap, nomor telepon, hingga surat izin atas usaha yang dijalankan. Sebisa mungin, seseorang yang akan melakukan penipuan, tentunya tidak akan membiarkan lawannya tahu soal identitas usaha atau pribadinya. Si pelaku akan menggunakan identitas palsu mulai dari nama, nomor handphone, hingga alamat tempat tinggal dan berkilah apabila calon anggota bertanya soal usaha yang dikelola.

Baca Juga  Berbagai Jenis Arisan, Antara Menabung Kekayaan Atau Silaturahmi ?

Cari Tahu Sistem Arisannya

Jika mendapat tawaran untuk bergabung menjadi anggota arisan online. Jangan tergiur dengan iming-iming keuntungan besar. Cari tahu terlebih dahulu mengenai proses kerjanya.

Anda berhak menanyakan secara detil. Mulai dari bagaimana merekrut anggota, penyetoran, pengundian, cara memperoleh keuntungannya hingga sanksi jika ada salah satu anggota yang tidak amanah. Agar tidak ada yang saling merasa dirugikan.

Biasanya pemilik arisan online akan memberikan penawaran berupa iming-iming keuntungan besar dengan pembagian keuntungan 50%-80% dari jumlah dana yang telah Anda setor. Logikanya, uang arisan yang terkumpul adalah uang bersama dalam suatu kelompok dan akan diberikan kepada pemenang pada saat undian dimulai secara berkala pada periode yang telah disepakati. Lalu bagaimana dengan keuntungan 50% dan darimana keuntungan itu diperoleh? Jika ada arisan online yang menawarkan keuntungan yang tidak logis, lebih baik tolak saja.

Berani Melapor ke Pihak yang Berwajib

Apabila Anda terlanjur menjadi korban dalam penipuan arisan online. Jangan ragu atau takut untuk melapor penipuan tersebut pada pihak yang berwajib atau Anda bisa langsung melapor melalui situs OJK (Otatoritas Jasa Keuangan) melalui situs  https://peduli.ojk.go.id/Public/Login.aspx?ReturnUrl=%2f

Baca Juga  3 Kesalahan dalam Trading yang Harus Anda Hindari

Si pelaku akan dibebani tanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat sesuai dengan pasal yang berlaku. Yakni, pasal 28 Ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik. Serta pasal 378 KUHP, pasal 372 KUHP dan pasal 3, 4 dan 5 Undang-undang Nomor 8 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pastikan Kejelasan dan Kebenarannya

Tidak ada yang melarang Anda untuk ikut menjadi anggota arisan offline maupun online. Namun, sebelum memutuskan untuk bergabung, alangkah baiknya Anda memastikan bahwa usaha tersebut jelas dan benar. Tidak ada salahnya Anda lebih kritis menanyakan soal usaha yang mereka kelola secara menyeluruh untuk kebaikan Anda sendiri sehingga tidak saling merugikan.

Tinggalkan Balasan

Yuk Berhemat dengan Hapus Aplikasi di Smartphone!

3 Jenis Content Marketing Ini Bisa Anda Coba