in

Simak 5 Masalah Utama Pada Keuangan Milenial!

THR Bermasalah

Sebenarnya tingkat literasi digital pada milenial bisa dibilang cukup tinggi. Namun, dalam hal ilmu keuangan atau finansial sangatlah minim. Survey dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat menyatakan bahwa betapa buruknya cara milenial mendiskusikan masalah keuangan atau finansial dengan pasangan mereka. Dibutuhkannya waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk membicarakan hal tersebut. Baik masalah finansial seputar hutang, kredit, tabungan atau pun investasi.

Fakta di atas tentu berbanding terbalik dengan kenyataan yang dialami oleh generasi sebelumnya. Padahal sudah jelas bahwa masalah finansial untuk ke depannya dipastikan akan lebih pelik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk lebih mengetahui apa saja masalah utama pada keuangan milenial, simak ulasan berikut!

Baca juga: Trader Pemula, Wajib Pahami Risiko Trading Forex Berikut!

1. Pengetahuan Seputar Finansial yang Minim

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, milenial cenderung acuh pada pengetahuan seputar finansial. Hal ini menjadikannya masalah utama bagi milenial agar bisa melek keuangan. Bisa jadi kurangnya kesadaran akan pentingnya mengatur finansial juga mempengaruhi hal tersebut.

Walaupun sekarang info mengenai finansial sudah banyak beredar di media apapun, tetapi karena ketertarikan mereka terhadap finansial mereka yang masih sangat minim menjadikan mereka sendiri kurang pengetahuan mengenai masalah ini.

Baca Juga  Duit 20 Juta, Enaknya Beli iPhone 11 atau Investasi Nih? Part 1

Mungkin hanya beberapa saja yang diketahui oleh generasi ini, mulai dari tabungan, deposito atau kartu kredit. Padahal masih banyak lagi ilmu yang perlu digali. Jika hal ini dibiarkan, maka milenial bisa tertinggal jauh di belakang.

Manfaatkanlah media sosialmu untuk mengikuti akun-akun yang memberikan informasi mengenai finansial agar kamu tetap mendapat ‘asupan’ informasi keuangan dan terhindar dari masalah-masalah finansial yang ada.

2. Hutang Di mana-mana

Penggunaan kartu kredit yang sangat mudah bisa menjadi bumerang bagi kita semua, tak terkecuali kaum milenial. Nyatanya, menggunakan kartu kredit bisa meningkatkan lilitan hutang semakin tinggi, sayangnya milenial sangat menyukai menggunakan kartu ini karena memudahkan transaksi.

Yang menjadi permasalahan di sini adalah besarnya bunga dan denda apabila terlambat membayar tagihan kartu kredit. Sebaiknya porsi hutang atau cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan agar kamu bisa membayar hutang dengan tepat waktu.

Jadi, sebelum menggesekkan kartu kesayanganmu itu, kamu harus lebih bijak lagi dalam menggunakannya. Benar-benar dipikirkan apakah memang perlu membeli barang tersebut dengan menggunakan kartu kredit?

Baca Juga  Emas Masih Menjadi Investasi Primadona Bagi Perempuan

3. Menuruti Gaya Hidup

Gengsi yang berlebihan menimbulkan gaya hidup yang kian melambung tinggi. Padahal, Semakin tinggi gaya hidup, semakin tinggi pula dana yang akan dikeluarkan untuk mencukupi gaya hidup. Adanya tekanan gaya hidup sebenarnya sering menimbulkan banyak problem bagi para milenial, terutama mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Untuk itu kenali mana kebutuhan mana keinginan agar tak terjebak dalam gaya hidup yang konsumtif.

Bagi kamu yang sering mengeluh tidak punya uang, bisa jadi dikarenakan gaya hidupmu yang tinggi. Jadi, jangan suka menyalahkan pendapatan yang rendah karena seringkali pendapatan tinggi berbanding lurus dengan pengeluaran tinggi untuk gaya hidup.

Baca juga: 5 Kepribadian yang Wajib Dimiliki Pengusaha Untuk Menarik Investor

4. Adanya Inflasi

Inflasi diam-diam mengancam keuanganmu. Uang yang setiap tahunnya hanya disimpan atau ditabung lama kelamaan akan tergerus oleh inflasi. Dilansir dari Akseleran,dengan adanya inflasi yang membuat kenaikan harga barang sekitar 4% per tahun, akan menurunkan daya beli generasi milenial yang hanya menaruh uangnya di tabungan dengan bunga 2% per tahun. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa mulai mempelajari investasi agar adanya inflasi tidak mempengaruhi kondisi keuanganmu.

Baca Juga  Ingin Jadi Orang Sukses? Coba Terapkan Gaya Hidup Ini! (Part 2)

5. Konsumtif Terhadap Experience

Masalah satu ini kurang lebih hampir sama dengan masalah menuruti gaya hidup. Pada era sekarang, kebiasaan kaum milenial lebih mementingkan suatu experience dibandingkan membeli barang untuk investasi. Yang dimaksud dengan experience adalah travelling, nongkrong di suatu kafe. Sedangkan, tabungan yang mereka punya sangatlah minim.

Di era sekarang ini, experience menjadi sesuatu yang lebih berharga dibandingkan berinvestasi. Mindset seperti inilah yang perlu dirombak ulang karena sebaiknya kamu lebih mementingkan masa depan dengan melek finansial.

Nah, itulah lima masalah utama pada keuangan milenial yang wajib dipahami mulai dari sekarang. Semoga ke depannya bisa mengatasi masalah tersebut satu persatu sehingga keuangan di masa depan akan terkendali.

Tinggalkan Balasan

tips hentikan kebiasaan shoppingmu

Segera Hentikan Kebiasaan Shoppingmu Dengan Tips Berikut!

Nasihat untuk Keuangan milenial

Milenial, Wajib Dengarkan 4 Nasihat Keuangan Berikut!