in

Risiko Investasi Bitcoin (Part 2)

Harga bitcoin mengalami penurunan

Mata uang kripto (cryptocurrency) seperti bitcoin dan ethereum bekalangan semakin sering terdengar. Hal ini wajar, mengingat cryptocurrency sedang populer di kalangan warganet, yang menjadikannya sebagai cara baru mengakses uang di luar sistem keuangan konvensional. Namun Anda harus memahami risiko-risiko yang mungkin muncul ketika anda investasi bitcoin.

Dibahas dalam artikel sebelumnya, ada tiga risiko investasi bitcoin yaitu volatilitas tinggi, antusiasme sesaat dan regulasinya yang belum jelas. Artikel ini akan lanjut membahas risiko-risiko investasi bitcoin yang selanjutnya, yaitu:

4. Isu legalitas

Salah satu rintangan utama bagi para investor untuk berinvestasi pada cryptocurrency adalah soal status hukumnya. Kendati belum dinyatakan ilegal, sejumlah negara tidak mengakuinya. Misalnya saja Bank Indonesia (BI) yang tidak mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran atau mata uang di Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, menyatakan BI dan pemerintah hanya mendorong gerakan nontunai yang masih menggunakan mata uang Rupiah, tapi dalam bentuk aplikasi atau kartu. “Karena yang sedang didorong BI adalah lebih pada gerakan nontunai, tapi mata uangnya Rupiah,” kata Mirza beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Ketahui 4 Jenis Reksadana ini Sebelum Investasi

5. Penipuan dan aktivitas ilegal

Terlepas dari berbagai isu operasional, ada risiko penipuan yang tinggi. Mengingat banyak kesalahan informasi dan ketidakjelasan terkait perdagangan bicoin, para penipu memiliki peluang besar untuk melakukan aksinya melalui skema Ponzi yang menjanjikan keuntungan tinggi. Oleh karena itu, para investor diminta berhati-hati jika ada yang menawarkan janji tidak masuk akal.

Selain itu, tidak adanya kontrol pemerintah, para teroris dan penjahat juga memanfaatkan cryptocurrency untuk keuntungan kelompok mereka.

“Para pengguna bitcoin bisa tetap anonim pada akhir transaksi, sehingga panjahat siber memiliki cara untuk menutupi alamat mereka. Hal ini membuat pemerintah dan perusahaan-perusahaan kesulitan melacak aktivitas ilegal tersebut,” kata MD and Head Asia Tenggara Kroll, Reshmi Khurana. Kroll adalah sebuah perusahaan konsultasi risiko dan keamanan siber.

6 Tidak Ada Regulasi Pajaknya

Perencana keuangan Irshad Wicaksono mengungkapkan bahwa investasi Bitcoin bisa mengancam pendapatan negara dikarenakan mata uang ini belum diakui negara.

Dengan demikian, tidak ada regulasi yang mengatur pemungutan pajak dari mata uang digital tersebut. Namun, menanggapi kekhawatiran ini, Ditjen Pajak tetap meminta agar keuntungan dari transaksi atau investasi Bitcoin tetap dikenakan pajak.

Baca Juga  Cocok Untuk Milenial, Simak Fakta Surat Utang ‘James Bond’ Berikut

 

 

Tinggalkan Balasan

aplikasi investasi stockpile

Pengguna Android dan iOS, Yuk Intip 6 Aplikasi Investasi Reksadana Berikut!

Rincian biaya rumah tangga

Rincian Biaya Rumah Tangga Ala Perencana Keuangan