in

Berinvestasi Melalui Media Sosial? Mengapa tidak?

(Foto: Pexels)

Memiliki akun media sosial bukanlah hal yang asing, terutama untuk kaum milenial. Saat ini, ada banyak perkembangan media sosial di internet. Mulai dari Facebook hingga YouTube. Namun, ternyata Anda tidak hanya bisa bermain media sosial, tetapi juga Anda bisa berinvestasi melalui media sosial.

Ini berarti banyak media sosial berbagi yang perusahaannya berstatus go public. Dengan demikian, siapa pun dapat membeli saham.

Berinvestasi di perusahaan media sosial tentu dapat memberikan manfaat di masa depan.

Menurut investopedia, tidak ada kata terlambat untuk menjadi investor. Anda mungkin memasuki usia paruh baya sebelum menyadari bahwa  bergerak cepat, membutuhkan rencana untuk menghadapi usia tua dan pensiun.

Berinvestasi melalui media sosial

Twitter

Stok media sosial pertama adalah Twitter. Jack memperkenalkan Twitter pada Maret 2006.

Meski diklaim telah mengalami kemunduran, namun ternyata Twitter masih menang. Bahkan pada kuartal kedua 2019, saham twitter mengalami peningkatan.

Awalnya, mereka dapat menjual saham media sosial berkode TWTR dengan harga US $ 26. Sekarang, harga per saham berkisar dari US $ 42.

Baca Juga  Tidak Memandang Gender, Wanita pun Berhak Berinvestasi

TWTR sendiri terdaftar di New York Stock Exchange atau NYSE.

Selain itu, saham Twitter juga diklasifikasikan sebagai blue chips dengan kapitalisasi pasar US $ 33,12 miliar.

Facebook

Mark Zuckerberg mengembangkan media sosial ini dan dibuka oleh semua pengguna layanan internet pada bulan September 2006.

Dari awal kemunculannya, Facebook sangat populer tidak hanya di kalangan milenium, bahkan Baby Boomers sering menggunakan media sosial ini.

Saham Facebook, kode FB dan telah terdaftar di bursa Nasdaq, yang berbasis di New York City.

Nasdaq adalah bursa yang memiliki kapitalisasi pasar besar atau blue chip.

Facebook sendiri memiliki kapitalisasi pasar sebesar US $ 539,26 miliar. Awalnya, perusahaan dapat menjual saham media sosial ini dengan harga US $ 38, tetapi sekarang mereka menjual sekitar US $ 189 atau sekitar Rp2,69 juta.

Weibo

Media sosial berikutnya yang datang dari Cina adalah Weibo. Weibo hanya terkenal di Cina dan merupakan situs microblogging. Sina Corp menciptakan dan meluncurkan Weibo pada 14 Agustus 2009.

Baca Juga  5 Investasi Yang Cocok Untuk Karyawan

Sina Corp adalah perusahaan teknologi yang didirikan oleh Wang Zhindong, Wang Yan, Hurst Lin dan Ben Tsiang pada tahun 1998.

Meskipun hanya terkenal di Cina dan berkantor pusat di Shanghai dan Beijing, Sina Weibo terdaftar di bursa saham Amerika Serikat, Nasdaq.

Saham media sosial berkode WB, mulai diperdagangkan secara publik di bursa saham sejak 17 April 2014 dengan harga US $ 17 per saham.

Saat ini, harga per saham telah meningkat mencapai US $ 37. Kapitalisasi Sina Weibo sendiri di pasar bernilai US $ 8,50 miliar.

Jepret Inc.

Media sosial populer yang disebut Snapchat dikembangkan oleh Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown.

Saham media sosial berkode SNAP mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) pada 2 Maret 2017.

Harga awal saham ini adalah US $ 17 per saham, dan telah menurun tetapi sekarang kembali normal pada US $ 17 per saham atau sekitar Rp 242 ribu.

Tinggalkan Balasan

Trik Suporter Pelajar Beli Tiket Pertandingan Sepak Bola

Trik Suporter Pelajar Beli Tiket Pertandingan Sepak Bola

Tips Mengumpulkan Dana Liburan