in

4 Saham Perusahaan Rokok di Indonesia, Minat?

menjual saham berharga tinggi
4 Saham Perusahaan Rokok di Indonesia, Minat (C) TRIBUN

Banyaknya jumlah perokok di Indonesia secara tidak langsung menghidupkan saham perusahaan rokok. Ada 4 perusahaan rokok ternama di Indonesia yang sejauh ini sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mungkin Anda berminat membeli salah satunya?

Memang, bisnis rokok ini cukup kontroversial dan membuat dilema para pelakunya. Di satu sisi, bisnis tersebut mendatangkan banyak uang. Namun, di sisi lain, semakin banyak keuntungan yang didapatkan, artinya semakin banyak orang yang tidak sehat karena rokok.

Yang menarik, harga rokok di Indonesia ini terlalu murah, tak sebanding dengan harga saham perusahaan rokok yang dijual di Bursa Efek Indonesia. Saham satu ini tak pernah masuk ke daftar emiten syariah. Salah satu penyebabnya adalah fakta di mana ada 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia yang tergolong masyarakat kelas menengah ke bawah yang penghasilannya kurang dari 20 ribu rupiah perhari.

Meski dicap sebagai bisnis tak sehat, perusahaan rokok ini selalu mengimbangi stigma tersebut dengan program tanggung jawab korporat (CSR) yang dilakukan. Tak jarang perusahaan rokok jor-joran dalam memberikan beasiswa untuk putra terbaik bangsa ini.

Baca Juga  3 Tips Mulai Berinvestasi Untuk Karyawan

Berikut ini 4 saham perusahaan rokok di Indonesia yang mungkin salah satunya menarik minat Anda.

1. Bentoel International Investama Tbk (RMBA)

Saham PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) berbasis di dua kota, yakni Jakarta dan Malang. Perusahaan rokok terbesar kedua di dunia, British American Tobacco mengakuisisi 85 persen saham perusahaan ini pada 17 Juni 2009.

Kabar gembira untuk Anda yang berminat membeli saham RMBA. Harga sahamnya masih cukup murah, yakni kisaran 382 rupiah perlembarnya. Sayangnya, saham yang dilepas perusahaan tersebut kepada publik masih sangat kecil.

Total masih ada 92,48 persen saham yang dikuasai oleh British American Tobacco (2009 PCA) Ltd. Sementara, ada 7,29 persen yang dipegang oleh United Bank of Switzerland, dan 0,23 persen lagi dilepas untuk publik.

2. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang dulunya cuma perusahaan rumahan, sekarang menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Sang pemilik, Susilo Wonowidjojo yang merupakan orang terkaya kedua di Republik Indonesia melepas sebagian saham perusahaannya ke publik.

Baca Juga  Ibu Rumah Tangga, 4 Jenis Investasi Ini Bisa Dicoba

Saham GGRM terbilang sangat mahal, yaitu 85 ribu rupiah perlembarnya. Butuh uang minimal 8 jutaan rupiah untuk membeli 1 lot saham mereka. Namun, ada deviden sebesar 2 ribuan rupiah persaham yang cukup menggiurkan.

Saat ini, 69 persen saham GGRM dikuasai oleh PT Suryaduta Investama, lalu 6,26 persennya dipegang oleh PT Suryaduta Kusuma. Sementara sisanya, 23,78 persen diperjualbelikan di muka publik.

3. Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mulai melantai di bursa efek pada tahun 2012. Harga sahamnya pun sempat meroket pada pertengahan Februari 2019.

Berdasarkan sejarahnya, pendiri Wismilak masih ada hubungannya dengan mendiang Liem Seeng Tee, sang pendiri Sampoerna. Sampai sekarang, sang pemilik masih menguasai sebagian besar saham perusahaannya.

Harga saham WIIM tergolong terjangkau bagi masyarakat yang ingin memilikinya. Perlembarnya dijual 320 rupiah. Tersedia 28,63 persen saham untuk publik, dan sisanya dikuasai oleh orang-orang yang tergabung dalam dewan direksi, komisaris, dan keluarga pemilik.

4. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dipimpin oleh orang terkaya di Indonesia urutan ke-13, Putera Sampoerna. Sejak 2005, Sampoerna sudah dijual ke Phillip Morris Indonesia dengan harga 48 triliun rupiah.

Baca Juga  Jangan Sampai Keliru! Bedakan Antara Investasi Saham dan Trading Saham (Part 1)

Meski demikian, keluarga Sampoerna masih punya bisnis agrikultur, keuangan, telekomunikasi, dan perkayuan yang dijalankan. Semua bisnis tersebut berada di bawah perusahaan induk Phillip Morris.

PT Phillip Morris Indonesia menguasai 92,50 persen saham rokok ini. Hanya ada 7,50 persen saham yang dilepas ke publik. Harga saham HMSP cukup mahal, yakni kisaran 3.800 rupiah.

Nah, itulah 4 saham perusahaan rokok yang bisa Anda buru di lantai saham. Apakah Anda tertarik untuk membeli salah satunya?

Tinggalkan Balasan

Waspada Kekalahan saat Anda Banyak Menang dalam Trading (Part 1)

11 perusahaan indonesia masuk top listed company

Kinerja IDX30 Mengalami Penurunan, Berikut Saham yang Masih Mumpuni Untuk Dikoleksi