in

Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah

Contoh Ekonomi Syariah: Investasi Syariah
Contoh Ekonomi Syariah: Investasi Syariah (C) CEKAJA.COM

Investasi Syariah merupakan salah satu contoh produk yang menggunakan sistem ekonomi syariah yang dewasa ini digadang-gadang sebagai produk ekonomi yang berbasis agama Islam.

Ekonomi syariah adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi kerakyatan yang diilhami oleh nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Ekonomi yang sistemnya mirip dengan sistem ekonomi koprasi ini diklaim tak sepaham dengan kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State).

Berbeda dari sistem kapitalisme, sistem ekonomi syariah yang disebut pula ekonomi Islam, sangat menentang adanya eksploitasi oleh pemilik modal (pengusaha) terhadap buruh yang miskin. Sistem ekonomi ini juga melarang pengusaha melakukan penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi Islam ini diklaim sebagai tuntunan kehidupan, sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral syariah Islam.

Investasi Syariah

Dewasa ini, instrumen dan teknik dalam penyelenggaraan investasi yang sesuai syariah telah dikembangkan. Bahkan, sistem ekonomi syariah ini sudah digunakan oleh unit keuangan Islam dan pelanggan untuk kegiatan keuangan di seluruh dunia.

Baca Juga  Awas! Ini Resiko Berinvestasi Rumah Kontrakan

Ada beragam jenis investasi ini, namun yang paling sering dipilih adalah surat berharga, saham/obligasi, emas, dan tanah. Setiap jenis investasi tersebut menyimpan keuntungan masing-masing. Misalnya saja, Anda berinvestasi untuk tanah, yang harganya cenderung taik setiap tahunnya.

Bagi umat Muslim, halal tidaknya investasi menurut syariat agama Islam sering menjadi tanda tanya. Banyak produk investasi yang hanya menjanjikan keuntungan berlipat, namun tak ada jaminan halal tidaknya cara yang dilakukan, dan lain-lain. Beberapa investasi pun sudah terbukti mengandung riba, yang diharamkan dalam Islam.

Sebelum mengantongi sertifikat halal dari MUI, investasi syariah pada dasarnya mengusung konsep dan metode bagi hasil atau nisbah. Dengan cara demikian, baik perusahaan maupun nasabah, selain sama-sama untung, juga akan sama-sama menanggung risiko ke depannya.

Kelebihan Investasi Syariah

Konsep syariah yang diberlakukan dalam sebuah produk investasi ternyata memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan yang paling utama, tentu bebas riba, karena tidak memberlakukan adanya bunga yang ditetapkan secara sepihak oleh Bank penyelenggara kepada para nasabahnya. Memang, besar keuntungan yang didapatkan nasabah di sini tidak pasti, namun biasanya jumlahnya lebih besar dari bunga bank.

Baca Juga  Perkembangan Mata Uang Kripto di Tahun 2020

Selain itu, investasi Islami ini tidak mengandung praktik grahar. Yang dimaksud praktik Gharar dalam perbankan biasanya sistem yang tidak terbuka kepada nasabah. Bank Syariah memastikan sistem yang terbuka, baik pada saat penanaman modal maupun penyaluran dana nasabah.

Tak ada pula istilah masyir dalam investasi Islami ini. Sejak awal, Bank Syariah sudah menjelaskan pada nasabah mengenai harga, sehingga tidak ada spekulasi mengenai uang yang harus dibayarkan secara tiba-tiba di kemudian hari.

Manajemen Keuangan yang Islami

Manajemen keuangan yang diterapkan dalam pengelolaan investasi Islami ini selalu berdasarkan syariat agama Islam. Bisa dibilang, investasi Anda ini bebas dari unsur-unsur haram, atau yang dilarang oleh Islam.

Dengan demikian, ada jaminan bahwa uang yang Anda investasikan tidak dipergunakan untuk perdagangan produk yang mengandung babi, alkohol, atau penipuan. Karenanya, para nasabah akan merasa lebih aman saat menitipkan uangnya di Bank Syariah.

Tinggalkan Balasan

perceived value

Cara Meningkatkan Penjualan dengan Teknik Perceived Value

Grab kitchen indonesia

Grabfood Jadi Pendongkrak Kejayaan Grab