in

Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah (2)

reksadana syariah nyaris menyentuh 10
Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah (2) (C) BAREKSA.COM

Sistem ekonomi syariah dewasa ini digadang-gadang sebagai produk ekonomi yang berbasis agama Islam. Salah satu contoh produk ekonomi yang menggunakan sistem ekonomi syariah adalah investasi syariah.

Ekonomi syariah adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi kerakyatan yang diilhami oleh nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Ekonomi yang sistemnya mirip dengan sistem ekonomi koprasi ini diklaim tak sepaham dengan kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State).

Berbeda dari sistem kapitalisme, sistem ekonomi syariah yang disebut pula ekonomi Islam, sangat menentang adanya eksploitasi oleh pemilik modal (pengusaha) terhadap buruh yang miskin. Sistem ekonomi ini juga melarang pengusaha melakukan penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi Islam ini diklaim sebagai tuntunan kehidupan, sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral syariah Islam.

Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui apa itu investasi syariah, kelebihan-kelebihannya, dan manajemen keuangan syariah. Kali ini kita akan mencoba mengetahui contoh-contoh Investasi Syariah yang sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Baca Juga  Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah

Investasi Properti

Investasi tanah atau bangunan di dalam konsep syariah tergolong halal. Alasannya, Anda tidak hanya memberikan uang demi menghasilkan keuntungan lebih banyak, tapi juga menjual atau menyewakan tanah. Seperti diketahui, dari tahun ke tahun nilai jual tanah mengalami peningkatan dengan sendirinya.

Sebenarnya, secara logis, nilai jual tanah dari tahun ke tahun pasti naik. Sebab, lahan yang tersedia semakin berkurang, sedangkan jumlah penduduk yang membutuhkannya semakin banyak.

Deposito Bagi Hasil

Anda bisa mendepositokan uang ke bank-bank syariah dengan sistem bagi hasil. Anda bisa menyetorkan sejumlah nominal yang telah ditentukan dalam suatu perjanjian. Perjanjian yang dimaksud biasa disebut sebagai akad Mudharabah yang melibatkan pihak pemilik modal dan pengelola modal.

Nantinya, Anda akan mendapatkan keuntungan dari bagi hasil yang disesuaikan dengan laba bersih pengelolaan dana. Hasil dari investasi itu biasanya bisa diambil dalam periode lima sampai sepuluh tahun setelah kesepakatan.

Asuransi Syariah

Asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional. Tak ada istilah uang hangus ketika tidak membayar premi sesuai dengan syarat minimal waktu yang disepakati di awal.

Baca Juga  Pengertian dan Jenis Dividen dalam Saham

Yang menguntungkan, nasabah berhak mengambil kembali uangnya meski belum melewati tenggat jatuh tempo. Sebab, asuransi syariah ini menerapkan konsep wadiah (titipan). Maksudnya, dana akan dikembalikan lagi ke rekening Anda yang berbeda dari rekening tabarru (donasi).

Investasi Emas

Investasi emas ini bisa Anda lakukan dengan membuka tabungan emas. Anda bisa melakukannya di gerai-gerap resmi, seperti Antam atau Pegadaian.

Anda bisa melakukan jual beli emas secara kredit, sesuai dengan fatwa MUI. Hukum dari jual beli ini secara agama adalah mubah. Namun, syaratnya harga jual emas tersebut tetap sama selama masa perjanjian dan tidak dijadikan jaminan atau objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan.

Reksa Dana Syariah

Reksa dana ini sebenarnya merupakan instrumen investasi yang sudah sesuai dengan syariat Islam. Namun, yang perlu diingat, jangan sampai ada praktik riba di dalamnya.

Reksa dana ini akan mengelola uang yang Anda investasikan dengan sangat transparan. Investasi ini juga dikelola oleh manajer investasi. Dalam prosesnya pun tidak berkaitan dengan masyir, riba dan ghahar.

Baca Juga  Ekonomi Syariah, Pengertian dan Contohnya

Tinggalkan Balasan

Kuasai 4 Strategi Menaklukkan Generasi Z, Calon Pendatang Baru di Dunia Kerja dan Bisnis

jenis index saham

Perhatikan! 4 Hal Yang Buat Pasar Saham Harap-Harap Cemas Minggu Depan