in

Kenali October Effect, Apakah Saatnya Borong atau Jual Saham?

Fakta dibalik mitos investasi saham
Tips untuk Mahasiswa Investor Pemula

October effect merupakan istilah dalam pasar saham yang mana sering dikaitkan dengan Halloween Effect. Seperti yang kita tahu, halloween sangat berhubungan erat dengan hal-hal yang menyeramkan. Pun dengan October effect. Kira-kira berdampak apakah October Effect pada pasar saham? Apakah bulan ini saat yang tepat untuk borong atau jual saham?

Baca juga: Bersaing di Era Industri 4.0: Miliki Skill Ini!

Bulan Oktober menakutkan, tapi selalu ditunggu investor

Bagi pemula yang baru saja terjun di dunia pasar saham, mungkin agak asing mendengarkan October Effect. Jadi, October effect merupakan salah satu fenomena dari calender effect, yang mana selalu terjadi berulang-ulang tiap tahunnya. Dikutip dari Ellen-May.com, “October Effect” adalah istilah yang digunakan untuk menyebut penurunan harga saham yang kerap kali terjadi dalam rentang waktu bulan September – Oktober.

Pada bulan oktober, indeks harga saham gabungan (IHSG), cenderung mengalami penurunan. Hal ini juga sudah terbukti pada berbagai fenomena koreksi saham, seperti Black Monday, Black Tuesday, dan Black Thursday yang semuanya terjadi pada bulan Oktober 1929. Peristiwa itu kemudian diikuti oleh depresi ekonomi hebat di seluruh dunia.

Baca Juga  Resiko Trading Emas Online Di Pasar Forex

Adapun peristiwa pada Oktober 2008 juga menjadi salah satu fenomena yang mengguncang bursa saham baik Amerika dan Indonesia. Memasuki bulan Oktober Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun tajam. Untuk mengantisipasi kejatuhan yang lebih dalam, pada 8 Oktober 2008 BEI pun melakukan suspend atau menutup seluruh transaksi di lantai bursa. Peristiwa ini adalah yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Baca juga: Revolusi Industru 4.0 Menggeser Pekerjaan Manusia

Pasar saham sering anjlok, lalu kenapa ditunggu oleh para investor?

Pasar saham yang sering menyentuh level bottomnya pada bulan Oktober sangat dinantikan oleh para investor untuk memborong saham.

Selain itu, setelah bulan Oktober selesai, biasanya harga saham akan mulai mengalami rally. Yang mana didukung dengan berbagai fenomena positif lainnya, yakni santa claus rally, window dressing, desember effect dan januari effect.

Fenomena positif yang sudah disebutkan setelah bulan Oktober tersebut sangat bagus untuk menunjang pergerakan IHSG. Selain itu, pada umumnya menjelang akhir tahun, para pengelola dana (fund managers) akan melakukan window dressing. Hal ini dilakukan supaya laporan tahunan mereka ke investor tampak lebih cantik dari biasanya.

Baca Juga  Peer to Peer Fintech Lending untuk Investor Pemula

Dikutip dari Ellen-May.com, fenomena ini juga sudah dibuktikan dari pergerakan IHSG pada periode 2001-2012. Setiap tahun IHSG selalu mengalami kenaikan (rally) dari awal November hingga akhir tahun, dengan kenaikan rata-rata mencapai 8,7%.

Jadi, dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa Oktober merupakan bulan yang baik untuk borong dan berinvestasi saham. Terutama di saham-saham bluechips dengan fundamental yang bagus. Yakni seperti UNVR, INDF, BBRI, GGRM, HMSP dan lain-lain yang sudah terdiskon cukup besar.

Baca juga: Jangan Galau Ketika Akhir Bulan Mencekam! Berikut Tips Biar Irit

Tinggalkan Balasan

REVIEW BROKER: SoegeeFX (PT Soegee Futures)

REVIEW BROKER: SoegeeFX (PT Soegee Futures)

mendaftarkan merek dagang

Cara Mendaftarkan Merek Dagang di Ditjen HKI