in

Investor Saham, Yuk Pahami ‘Stock Split’ yang Selalu Dinanti

menjual saham berharga tinggi
4 Saham Perusahaan Rokok di Indonesia, Minat (C) TRIBUN

Pengertian dari Stock Split sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah pemecahan saham. Selain itu, secara umum, stock split merupakan pemecahan jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak lagi dan dengan nominal yang lebih kecil per lembarnya.

Fenomena stock split sebenarnya kebalikan dari stock reverse. Misalnya, sebagai contoh ada sebuah emiten yang melakukan stock split 1:5. Ini artinya 1 split jadi 5 stock atau stock split dengan rasio 1 banding 5.

Baca juga: 7 Bisnis yang Bakal Laris Manis Saat Mobil Listrik Menjamur di Indonesia (Part 1)

Nah, hasil dari stock split 1:5 adalah jumlah saham yang beredar meningkat 5 kali lipat. Yang kedua, harga saham menjadi lebih rendah 5 kali. Namun, total nilai sahamnya dan nilai nominalnya tetap alias tidak berubah.

Kira-kira apa alasan sebuah emiten melakukan stock split?

Dikutip dari SahamOK, berikut ini adalah alasan emiten yang melakukan langkah stock split meskipun harus melalui kerumitan dan menanggung biaya stock split:

1. Agar investor ritel mampu membeli saham

Karena harga saham yang dianggap terlalu tinggi, akhirnya pemecahan pemecahan pun dilakukan. Sebagai contoh, Multi Bintang (MLBI) melakukan stock split 1:100 pada tahun 2014 setelah harga sahamnya naik menjadi hampir Rp 1.036.000 per saham. Dewan direksi memperkirakan bahwa harganya terlalu tinggi untuk investor ritel rata-rata dan melakukan pemecahan saham untuk membuat saham lebih mudah diakses oleh pemegang saham potensial yang lebih luas.

Baca Juga  Tips AgarAnda Selamat dari Margin Call

Baca juga: 7 Bisnis yang Bakal Laris Manis Saat Mobil Listrik Menjamur di Indonesia (Part 2)

2. Meningkatkan likuiditas pada bursa saham

Alasan kedua ini bermanfaat untuk pelaku pasar saham, yakni untuk mempermudah jual beli saham. Pasalnya, ketika harga saham semakin rendah, maka jumlah saham yang beredar pun semakin tinggi sehingga likuiditas ikut meningkat .

Likuiditas memberikan tingkat fleksibilitas yang tinggi di mana investor dapat membeli dan menjual saham di perusahaan tanpa membuat dampak yang terlalu besar pada harga saham.

Baca juga: Kenali October Effect, Apakah Saatnya Borong atau Jual Saham?

Pemecahan saham oleh perusahaan-perusahaan blue chip adalah cara yang jitu bagi investor rata-rata untuk mengakumulasi peningkatan jumlah saham di perusahaan-perusahaan ini. Banyak perusahaan terbaik yang secara rutin mengalami kenaikan harga saham setelah melakukan stock split. Untuk artikel selanjutnya, kita akan membahas mengenai sejarah beberapa emiten blue chip yang melakukan stock plit.

Tinggalkan Balasan

Trader Forex Harus Tahu Apa Itu Non-Farm Payroll

Trader Forex Harus Tahu Apa Itu Non-Farm Payroll

TIps aman investasi di PAMM Forex

5 Tips Aman Investasi di PAMM Forex