in

Harga Jual Reksadana dan Dana yang Masuk Rekening Berbeda. Mengapa?

harga jual dengan dana yang masuk ke rekening berbeda. mengapa?

Mengapa ketika menjual reksadana,harga jual dengan dana yang masuk ke rekening itu berbeda? Kadang harganya malah jadi lebih besar, tapi sialnya malah jadi rugi, bukan untung. Ternyata, perbedaan harga tersebut ada 2 penyebabnya;

1. Harga Reksadana tidak Real Time

Dalam reksadana ada istilah “Cut-off time” atau batas waktu pembelian dan penjualan yaitu pukul 13.00 setiap hari kerja. Jadi, jika kamu menjual sebelum batas waktu tersebut, maka akan mendapat harga per hari ini. Sebaliknya, jika lewat batas waktu maka akan mendapat harga besok sorenya, sementara proses pencairan hingga masuk ke rekening kamu paling lama 7 hari kerja.

2. Biaya antar bank

Nah, penyebab adanya biaya tersebut adalah bank kustodian yang berbeda dengan rekening pribadi yang kita punya. Jadi terpaksa harus terkena biaya antar bank. Reksadana sendiri adalah sebuah wadah investasi. Jadi, kumpulan dana dari (investor) akan ditampung dalam satu rekening dan disimpan di bank kustodian sebagai penjamin dana yang kita transfer itu aman.

Baca Juga  Sinyal Golden Cross dan Death Cross

Jika nominal dan untungnya masih kecil, biaya antar bank yang biasanya 5000-6500 rupiah sangat membebani. Tapi Anda tidak perlu khawatir berlebihan, berikut tips dan rekomendasi investasi reksadana agar kamu tidak terbebani biaya antar bank:

Menabung lebih dari 1 tahun

Namanya investasi itu pasti ada risikonya, apalagi kalau jangka waktu investasi kamu masih bulanan, alias jangka pendek. Investasi itu butuh waktu, jadi kalau masih jangka pendek, return yang kamu dapat mungkin masih sedikit apalagi dipotong biaya antar bank.
Selain itu return reksadana juga dihitung tahunan, jadi lebih maksimal untungnya jika kamu investasi 1 tahun atau lebih. Semakin lama waktunya semakin besar returnnya dan kecil resikonya.

Menabung sampai nominalnya besar

Faktor dari investasi itu salah satunya adalah nominal, jangan baru nabung sedikit dan untung sedikit langsung dijual. Semakin besar nominalnya maka semakin tinggi keuntungan yang bisa didapat dan semakin tidak terasa tuh potongan transaksi antar bank.

Jual sesuai target tujuan keuangan

Reksadana bukan instrumen atau produk yang tepat untuk trading, ditambah lagi ada biaya antar bank ini. Kalau sebulan kamu transaksi jual-beli sebanyak 10 kali, berarti kamu udah rugi 50 ribu loh. Lagian, buat apa kamu jual jika nominalnya belum sampai tujuan keuangan kamu? Rugi waktu!

Baca Juga  7 Tips Dalam Memilih Asuransi Unit Link

Jadi kesimpulannya, potongan antar bank nggak akan jadi masalah besar jika kamu berinvestasi dalam jangka panjang. Kalau kamu mau investasi di reksadana, pertama-tama sebaiknya pikirkan dulu tujuan investasi kamu, lalu tentukan waktu kapan kamu mau menarik atau menjualnya.

Tinggalkan Balasan

Pepsi Pamit dari Indonesia per 10 Oktober 2019

4 Produk Minuman yang Ikut Pepsi Pamit Per 10 Oktober 2019 dari Indonesia

Yuk Mengenal Industri Kecantikan di Era 4.0!