in

Bank Kustodian, Pengertian dan Tugasnya

Tugas Bank Kustodian terkait investasi reksadana:

Dalam berinvestasi pada reksadana, investor tidak perlu khawatir dana disalahgunakan oleh manajer investasi ataupun agen penjual. Karena seluruh dana nasabah dan aset kekayaan dari reksadana disimpan secara aman di bank kustodian.

Apa itu Bank Kustodian?

Bank Kustodian merupakan lembaga keuangan yang bertanggung jawab menyimpan dan menjaga berbagai aset perusahaan investasi secara kolektif. Aset dapat mencakup semua jenis sekuritas termasuk saham atau obligasi atau barang berharga lainnya.

Setiap reksa dana harus mencantumkan bank kustodian di prospektusnya. Ketika Anda investasi reksa dana, uang investasi Anda sebenarnya di transfer ke rekening bank kustodian.

Tugas Bank Kustodian terkait investasi reksadana:

  1. Melakukan administrasi kekayaan reksa dana, seperti menyimpan seluruh sertifikat, dokumen dan aset lainnya;
  2. Melakukan administrasi terkait pengelolaan manajer investasi, misalnya melakukan pencatatan jual beli saham, obligasi, pasar uang, penempatan deposito, dan lainnya;
  3. Melakukan administrasi terkait dengan investor, seperti pengiriman surat konfirmasi transaksi jual, beli, pengalihan (switching), perhitungan unit, dan pengiriman laporan.
  4. Ikut serta melakukan pengawasan terhadap manajer investasi;
  5. Menyimpan dan mengamankan kekayaan reksa dana.
Baca Juga  Cukai Rokok Naik: Industri, Konsumen, dan Investor Rokok Kelimpungan

Daftar Bank Kustodian di lndonesia :

  1. Bank Central Asia Tbk
  2. Bank Cimb Niaga Tbk
  3. Bank Danamon Indonesia Tbk Bank Mandiri Tbk, Custody
  4. Bank Mega Tbk Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
  5. Bank Panin Tbk Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  6. But Deutsche Bank Ag
  7. But. Standard Chartered Bank Citibank, N. A
  8. Bank Bukopin Tbk
  9. Bank DBS Indonesia
  10. Bank Hsbc Indonesia
  11. Bank Maybank Indonesia Tbk Bank Uob Indonesia
  12. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk
  13. Bank Sinarmas Tbk Permatabank Tbk

Mengingat investasi reksadana terus berkembang, Bank kustodian sebagai salah satu pilar utama industri juga akan terus seiring sejalan bertumbuh secara dana kelolaan dan jumlah investor, sehingga bank kustodian juga harus menjaga skalabilitas untuk dapat memberikan layanan yang prima.

Dalam memilih bank kustodian, Anda harus mempertimbangkan banyak faktor. Mulai dari biaya layanan, kesiapan infratruktur hingga akurasi dan kecepatan layanan. Sebagai investor memang umumnya faktor bank kustodian tidak menjadi pertimbangan dalam memilih reksadana karena kinerja manajer investasi yang lebih dilihat.

Baca Juga  Keuntungan dan Kerugian Investasi Saham

Tinggalkan Balasan

pekerja introvert

Beberapa Alasan Mengapa Introvert Adalah Pekerja yang Baik

aplikasi investasi stockpile

8 Aplikasi Investasi Terbaik untuk Investasi yang Lebih Mudah (Part 2)