in

Investor Reksa Dana Mau Beralih ke Saham? Wajib Simak Ini Dulu! (Part 2)

Sekolah Pasar Modal

Setelah mempelajarai kinerja dari saham maupun reksa dana pada artikel sebelumnya, kali ini kita akan membahas secara singkat apa-apa yang perlu diperhatikan bagi investor reksa dana yang mau beralih ke saham.

Baca juga: Rahasia Sukses ala Menteri Erick Thohir (Part 2)

5 Hal yang harus diperhatikan

Sebelum benar-benar beralih dari reksa dana ke saham, berikut ini yang bisa kami rangkum, dikutip dari CNBCIndonesia ada 5 hal yang harus disimak untuk para investor reksa dana yang mau beralih ke saham agar lebih lancar dan menguntungkan.

1. Mengenali sitem perdagangan saham

Seringkali investor saham pemula melakukan transaksi langsung tanpa mengetahui terlebih dahulu mekanisme perdagangan dalam pasar saham. . Ada baiknya investor (khususnya pemula) mempelajari mekanisme perdagangan saham di bursa serta mempelajari sistem trading yang dikeluarkan pihak sekuritas.

2. Mengenali biaya-biaya transaksi saham

Setelah mengetahui pengetahuan mendasar mengenai investasi instrumen saham. Maka lebih lanjut mempelajari biaya-biaya dalam bertransaksi saham, apalagi ketika ingin mempraktikkan jual-beli saham agar cuan ke depannya.

Baca Juga  Trading Forex dan Emas Online. Keuntungan dan Kerugian

Baca juga: Erick Thohir Baru Sehari Jadi Menteri, 10 Saham BUMN Terbang

3. Memperhatikan indeks saham

Ada banyak sekali emiten yang sudah melaintai di bursa saham. Nah, bukanlah hal mudah bagi para investor (apalagi pemula) untuk memilih saham mana yang baik untuk investasi.

Oleh karena itu, investor bisa mengacu kepada indeks saham dengan karakteristik tertentu yang dibuat Otoritas bursa misalnya Indeks LQ45, Jakarta Islamic Index (JII), indeks sektoral, maupun indeks yang dikerjasamakan dengan pihak swasta seperti Pefindo, Kompas, Sri Kehati, dan Bisnis Indonesia.

4. Membeli saham dicicil atau sekaligus

Nah, poin selanjutna yang harus diperhatikan setelah kita yakin saham-saham mana yang akan dibli adalah mengenaistrategi dalam membelinya. Apaah dibeli dengan carat dicicil atau sekaligus?

Ada dua metode yang biasanya digunakan dalam membeli saham, yakni membeli saham secara sekaligus atau lump sum dan mencicil atau dollar cost averaging/DCA.

Baca juga: Hati-Hati Dengan Bandar Saham! Yuk, Lebih Mengenal Bandarmologi (Part 1)

Baca Juga  5 Tips Bitcoin Mining Supaya Tidak Rugi

5. Melakukan analisis sebelum membeli sebuah saham

Ketika kita memutuskan membeli saham dari suatu perusahaan, maka seorang investor harus melakukan research tetrlebih dahulu. Menganalisi akan adanya risiko ketidakpastian sehingga terhindar dari kerugian karena harga saham yang terus turun.

Ada dua analisis yang digunakan investor dalam berinvestasi saham, yakni analisis fundamental dan teknikal. Kedua analisis tersebut sama baiknya dan dapat digunakan bersamaan untuk memilih saham terbaik.

Tinggalkan Balasan

Suharso Monoarfa, Menteri PPN Berlatar Belakang Pengusaha

Suharso Monoarfa, Menteri PPN Berlatar Belakang Pengusaha

Yuk Mari Mencicipi Manisnya Bisnis Thai Tea!