in

Investasi emas batangan atau perhiasan. Mana yang Lebih Cuan?

tips memilih broker emas

Harga emas yang terus naik belakangan ini membuat perhatian orang banyak tertuju pada logam mulia ini, termasuk untuk menyimpan aset agar tidak tergerus oleh inflasi. Lalu, pilih mana, investasi emas batangan atau yang sudah berbentuk perhiasan?

Emas sebagai perhiasan bisa menunjang penampilan. Perhiasan emas juga bisa langsung dijual atau digadai kerap diyakini sebagai instrumen investasi lantaran harga jualnya yang cenderung stabil.

Untuk berinvestasi, calon investor sebaiknya mempertimbangkan dua hal utama ini sebelum memilih di antara keduanya.

Investasi emas batangan atau perhiasan?

1. Selera Investor

Emas perhiasan dapat dipilih berdasarkan selera dari masing-masing individu investor untuk digunakan pada beberapa kesempatan khusus.

Namun, jangan lupa bahwa unsur subjektivitas itu bermata dua, artinya satu orang memandang cincin, gelang, atau kalung tersebut bagus, belum tentu orang lain sehingga harganya sangat subjektif kalau ingin dijual kepada orang lain.

Baca juga: Cara Menghindari Penipuan Investasi Emas Melalui Money Games

Di sisi lain, emas kepingan maupun batangan tidak dapat dipakai, atau dengan kata lain dipamerkan oleh si pemiliknya. Namun, di balik itu, sifatnya global karena masih berupa bentuk dasar yang tidak subjektif.

Baca Juga  6 Mata Uang Paling Cocok untuk Investasi

2. Ongkos pembuatan

Meskipun sekarang sudah jarang diterapkan, biasanya kita dibebankan ongkos pembuatan untuk membeli emas perhiasan. Si tukang emas akan menghitung-hitung kandungan gram dan harga emas pasaran dengan cara memencet-mencet kalkulator.

Kemudian, dia akan menunjukkan angka tersebut tetapi akan ditambahkan lagi ongkos produksi ke dalam perhiasan yang kita beli. Besarannya beragam, dari Rp 300.000 per barang sampai jutaan rupiah.

Ongkos pembuatan itulah yang membuat si perhiasan lebih mahal dibandingkan dengan ketika kita menjual perhiasan ke toko yang sama.

Memang toko emas bersedia membeli kembali (buyback) ketika kita berniat menjual barang yang sudah kita beli darinya, tetapi dia tidak akan memperhatikan ongkos pembuatan tersebut lagi ketika membeli. Dia hanya akan memperhitungkan harga emas pasaran saja.

Untuk emas batangan, harga pasaran yang tertera juga harus ditelaah lagi, jangan hanya melihat sekilas. Ada kalanya jika ingin membeli, maka yang digunakan acuan adalah masing-masing harga per keping, misalnya yang ditetapkan oleh Antam pada emas kepingan/batangannya. Anda bisa melihat dari berita maupun situs resmi Antam untuk melihat harga tersebut.

Baca Juga  Tips Memilih Investasi Reksa Dana Agar Menuai Keuntungan Tinggi (Part 2)

Bukan hanya itu, kita juga harus memperhatikan besaran emas murni yang kita beli dan selisih harga per gramnya dengan harga buyback.

Jika Anda membayangkan selisih harga emas keping terbesar pasti lebih tipis dengan harga buyback, tebakan Anda kurang tepat.

Tinggalkan Balasan

Menteri Perhubungan, Budi Karya

Menteri Budi Karya Suka Saham Perusahaan Barang Konsumsi

Anda Diwajibkan Tersenyum Saat Trading, Lho!