in

2020 Harga Emas Akan Meningkat

Sebagian besar pakar di bank-bank investasi multinasional saat ini meyakini harga emas akan meningkat /melanjutkan tren bullish tahun 2020, kemungkinan hingga mencapai USD 1600 per ounce. Hal ini bisa dilihat dari harga emas yang terus mengalami kenaikan selama tahun 2019.

Logam kuning ini mencatat peningkatan signifikan dari kisaran USD 1280 per ounce pada awal tahun sampai diperdagangkan sekitar level USD 1500-an hari ini (27/12).

Alasan Harga Emas akan Meningkat

1. Kekhawatiran Seputar Perang Dagang AS-China

Dari Investasi.onlineSejak dilantiknya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45, negeri Paman Sam telah melancarkan kebijakan proteksionisme yang cenderung merusak hubungan dagang dengan berbagai negara, khususnya China. Tak pelak, perang dagang meletus dengan diluncurkannya tarif impor super tinggi oleh AS dan China atas satu sama lain. Sengketa tersebut terus berlanjut hingga diumumkannya rancangan kesepakatan dagang fase-1 yang berpotensi meredakan ketegangan. Namun, apakah kesepakatan itu akan berhasil ditandatangani oleh kedua belah pihak?

Selama hampir dua tahun terakhir, AS dan China telah beberapa kali hampir mencapai kesepakatan, tetapi berakhir dengan kegagalan. Bahkan sekalipun kesepakatan dagang fase-1 ini ditandatangani dengan lancar, perseteruan antara kedua negara belum tentu berakhir selama Donald Trump masih menjabat sebagai Presiden AS. Padahal, Trump masih menjadi kandidat presiden terkuat untuk memenangkan Pilpres AS 2020.

Baca Juga  Fintech untuk Menambah Penghasilan, Emang Bisa?

2. Pelemahan Ekonomi AS

Hingga saat ini, Amerika Serikat masih menjadi negara maju dengan kondisi perekonomian paling tangguh. Namun, ketangguhan itu berlandaskan pada belanja konsumen yang berkontribusi hingga 70 persen dari GDP nasional. Padahal, belanja konsumen tersebut sebagian besar didanai oleh utang. Demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi, bank sentral AS akan dipaksa untuk mempertahankan suku bunga pada level rendah. Hal ini jelas menguntungkan bagi komoditi emas.

3. Negara-negara Islam Mencari Alternatif Dolar AS

Sikap Amerika Serikat yang semakin agresif, termasuk melanggar kesepakatan damai dengan Iran, telah meningkatkan kewaspadaan berbagai negara Islam. Dalam Islamic Summit yang diadakan di Malaysia bulan lalu, empat negara Islam mendeklarasikan rencana untuk membuat kerangka perdagangan dengan berbasis emas. Keempat negara itu adalah Iran, Malaysia, Turki, dan Qatar. Apabila hal ini terwujud, maka permintaan terhadap Emas jelas akan meningkat.

Dolar AS telah dijadikan sebagai cadangan devisa utama dunia sejak tahun 1944, sekaligus merupakan mata uang utama dalam transaksi perdagangan dan pembayaran global. Namun, dari tahun ke tahun, semakin banyak negara berupaya untuk mensubstitusi Dolar AS dengan mata uang lain seperti Euro dan Yuan. Emas sebagai basis devisa berbagai wilayah selama ribuan tahun, tentu saja termasuk salah satu opsi yang layak untuk dipertimbangkan pula untuk menggantikan Dolar AS.

Baca Juga  Risiko dan Kelebihan Investasi Derivatif

Tinggalkan Balasan

REVIEW BROKER: ETX Capital (Monecor Limited)

REVIEW BROKER: ETX Capital (Monecor Limited)

Keuntungan Trading di Broker ETX Capital

Keuntungan Trading di Broker ETX Capital