in

3 Hal ini Harus Anda Ketahui Sebelum Investasi Reksadana Online

Di era belanja online ini anda bisa investasi reksadana online melalui supermarket reksadana, marketplace yang menjual beragam reksadana dari Manajer Investasi ternama. Tapi,  ada beberapa hal yang perlu Anda cermati sebelum membeli atau berinvestasi reksadana:

1. Ketahui dan Pahami Produk Investasi Reksadana

Hal pertama yang wajib untuk Anda pahami sebelum berbelanja produk investasi secara online adalah memahami produk yang ingin dibeli. Anda yang belum pernah berinvestasi sama sekali, harus memahami produk investasi yang akan Anda beli. Hal ini penting dilakukan agar terhindar dari jebakan investasi palsu atau investasi bodong.

Anda bisa mengetahui sebuah produk reksadana dengan membaca prospektus. Baca prospektus reksadana sebelum Anda berinvestasi, subscription atau pembelian pun harus berdasarkan pada prospektus terkini. Investor wajib membaca prospektus dan memahami risiko reksadana sebelum mengambil keputusan berinvestasi.

2. Pahami Jenis Kerja Reksadana

Setelah memahami hal mendasar tentang reksadana, Anda juga harus memahami jenis, tujuan dan jangka waktu investasi Anda. Reksadana terdiri dari beberapa jenis berdasarkan aset yang dikelolanya, antara lain reksadana saham, reksadana pendapatan tetap atau obligasi, reksadana campuran dan reksadana pasar uang.

Baca Juga  Investasi Saham: Pengertian dan Jenisnya

Pilihlah jenis reksadana yang sesuai dengan tujuan investasi Anda. Setiap jenis reksadana memiliki karakter dan keunggulan masing-masing, sesuaikan pilihan investasi Anda dengan profil investasi Anda. Selain itu, Anda juga bisa melakukan diversifikasi agar hasil investasi yang diperoleh bisa termaksimalkan.

Reksadana saham merupakan pilihan investasi yang cocok untuk investasi jangka panjang (di atas 5 tahun) karena bisa memberikan imbal hasil yang tinggi dengan ketentuan dana awal yang rendah.

Reksadana campuran cocok untuk investasi jangka menengah (antara 3-5 tahun), dan umumnya memberikan pertumbuhan lebih tinggi daripada reksadana obligasi, dengan tingkat volatilitas yang lebih rendah daripada reksadana saham. Reksadana pendapatan tetap atau obligasi cocok untuk investasi jangka menengah (1-3 tahun) sebab memberikan imbal balik yang lebih tinggi daripada reksadana pasar uang.

Reksadana pasar uang cocok untuk investasi jangka pendek (di bawah 1 tahun). Reksadana ini menempatkan investasi pada efek utang jangka pendek seperti sertifikat deposito, surat berharga komersial, dan SBI. Imbal hasil (return) yang diberikan juga lebih tinggi daripada bunga tabungan dan deposito.

Baca Juga  Pembantu Investasi Bernama Robo Advisor

3. Cek Profil Risiko

Dalam berinvestasi, karakteristik setiap individu berbeda-beda. Secara umum terdapat tiga kelompok tipe investasi berdasarkan profil risiko. Pengelompokan ini berdasarkan seberapa berani dari masing-masing individu mengambil risiko akan uang yang diinvestasikan.

Sebagai calon investor wajib mengetahui profil risiko untuk menentukan instrumen investasi yang akan dipilih. Tingkat risiko yang berani diambil akan berbanding lurus dengan potensi imbal hasil (return) yang diharapkan. Semakin besar risiko yang berani diambil maka semakin besar keuntungan yang kemungkinan diperoleh atau dikenal dengan istilah “high risk high return“.

Itulah 3 hal yang harus anda ketahui sebelum investasi reksadana online untuk pilihan marketplace reksadana, baca artikel 3 Marketplace Reksadana Terdaftar OJK.

REVIEW BROKER: Pacific 2000 Futures

REVIEW BROKER: PT Pacific 2000 Futures

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 3 Februari 2020