in

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?
Investasi dan Spekulasi (C) SEPUTAR FOREX

Para trader harus mengetahui apa perbedaan antara investasi dan spekulasi. Sebagai trader, Anda harus mengetahui apakah yang dilakukan sudah tergolong investasi, ataukah hanya sekadar spekulasi.

Tak sedikit trader yang salah menilai bagaimanakah investasi yang sebenarnya dan justru cenderung terjebak melakukan spekulasi yang merugikan. Celakanya, terkadang hal tersebut dapat berakibat mudahnya kehilangan uang dalam waktu singkat saat bertrading.

Secara harfiah, berinvestasi adalah kegiatan yang dilakukan orang, perusahaan, atau pemerintah yang menunda konsumsi sekarang untuk menciptakan lebih banyak kekayaan, menghasilkan uang, meningkatkan produksi, dan meningkatkan taraf hidup dengan cara menempatkan dananya pada aset produktif dengan mengharapkan manfaat di masa depan. Contoh investasi adalah membeli properti, obligasi, saham, dan aset finansial lainnya untuk mendapatkan keuntungan.

Sementara, spekulasi adalah pendekatan investasi di mana investor bertujuan untuk membeli atau menjual saham, mata uang atau aset lainnya semata-mata untuk mendapat keuntungan dengan cepat. Tindakan spekulan, pihak yang melakukan spekulasi, ini biasanya dibenci oleh banyak pihak lain.

Baca Juga  Saham Biasa dan Preferen, Sudah Tahu Bedanya?

Spekulasi umumnya mempunyai risiko kerugian yang tinggi, misalnya kehilangan sebagian besar atau seluruh modal awal mereka. Mereka ini biasanya punya motif mengambil keuntungan maksimal dari fluktuasi pasar. Tindakan mereka ini kerap berdasarkan harapan peristiwa masa depan atau rasa bagaimana seluruh pasar investasi bereaksi terhadap harapan tersebut.

Berikut Perbedaan Investasi dan Spekulasi

1. Investor yang melakukan investasi akan melibatkan asetnya dengan harapan dapat mengamankan pengembalian atas jumlah pokok aset tersebut kelak di masa depan. Sementara, spekulan melakukan transaksi keuangan tanpa menghiraukan risiko dengan tujuan meraup keuntungan sebesar-besarnya, meskipun transaksinya hanya sekali saja.

2. Pada umumnya, investasi dilakukan demi tujuan jangka panjang, lebih dari setahun ke depan. Misalnya, Anda membeli real estat dan asuransi jiwa yang diadakan untuk jangka waktu seperti 25-30 tahun. Sementara, spekulasi dilakukan untuk jangka waktu yang sangat singkat, tak sampai satu tahun.

3. Risiko dalam berinvestasi jumlahnya relatif moderat dibandingkan dengan risiko berspekulasi. Investasi biasanya dilakukan mayoritas oleh komunitas kerja kelas menengah, sehingga mereka akan menempatkan uang hasil bekerja keras, yang mereka harapkan dapat berlipat ganda secara stabil. Sementara, spekulasi akan fokus pada mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat, tanpe mempedulikan risiko yang besar.

Baca Juga  Kalah Pemilu, Berapa Miliar Saham yang Dijual Sandiaga Untuk Kampanye?

Bersambung..

Stimulus untuk menjaga pasar saham

Stimulus Untuk Menjaga Pasar Saham dari Pemerintah

R

BEI Mengubah Batas Auto Rejection ke 7%