in

Cara Kerja Investasi Asuransi Syariah

erikut adalah cara kerja investasi asuransi syariah
Photo by Headway on Unsplash

Asuransi syariah adalah salah satu jenis asuransi yang baru saja dikenal oleh masyarakat Indonesia. Asuransi syariah adalah jenis asuransi yang menggunakan prinsip hukum Islam dalam melakukan kegiatannya. Oleh karena itu investasi ini tidak akan melakukan investasi untuk jenis investasi yang memiliki riba atau berbunga. Oleh karena itu ada baiknya pahami dulu bagaimana cara kerja investasi ini sebelum memilih. Berikut adalah cara kerja investasi asuransi syariah seperti yang dikutip dari cekaja.com.

Cara Kerja Investasi Asuransi Syariah

  1. Mengelola Dana. Dalam mengelola dana, asuransi syariah cukup berbeda dari asuransi konvensional. Asuransi syariah memiliki peran sebagai perantara antara nasabah. Peran lainnya adalah pengumpullan dana dan pengelolaan dana sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan. Nasabah akan memberikan biaya premi per bulan ke dana Tabarru. Dana ini bisa digunakan oleh salah satu anggota nasabah yang membutuhkan. Prinsip utamanya adalah saling tolong menolong dan dikelola sesuai dengan hukum Islam.
  2. Akad. Dalam asuransi ini, setiap transaksi yang dilakukan harus ada akad terlebih dahulu. Dalam akad tidak boleh ada unsur penipuan, perjudian, suap, barang haram, dan sesuatu yang maksiat. Akad memiliki tujuan untuk saling tolong menolong, bukan bisnis. Jika anda memilih untuk berbisnis, ada akad lain yang harus dipilih yaitu akad mudharabah. Dalam akad ini, anda akan bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk mengelola dana yang sudah anda persiapkan.
  3. Distribusi Surplus Underwriting. Ada istilah surplus underwriting dalam asuransi syariah. Dalam asuransi konvensional, semua surplus yang diterima akan menjadi milik perusahaan. Akan tetapi, surplus yang diterima oleh asuransi syariah akan dibagikan ke seluruh nasabah dalam rekening Tabarru yang dimiliki. Hal ini membuat seluruh nasabah dapat menikmati hasil dari asuransi tersebut.
  4. Investasi yang Halal. Asuransi syariah adalah jenis asuransi yang menggunakan prinsip syariah dalam pengelolaannya. Seluruh aktivitas yang dilakukan juga selalu dipantau oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS akan memastikan  bahwa pemilik polis tidak akan mendapatkan dana yang haram dan investasi yang dipilih akan sesuai dengan syariat Islam.
Baca Juga  Apakah Pengertian Peer to Peer Lending Itu?
3 tabungan alternatif

3 Tabungan Alternatif yang Anda Harus Tahu

5 bisnis profitable agar bisa pensiun dini

5 Bisnis Profitable Agar Bisa Pensiun Dini