in

Pengertian Derivatif, Jenis Investasi Alternatif

pengertian derivatif
Photo by Scott Graham on Unsplash

Derivatif mungkin dikenal oleh seseorang sebagai kontrak dalam perjanjian bilateral, namun ada pengertian lain dari derivatif. Derivatif juga bisa menjadi jenis investasi alternatif yang bisa dicoba oleh anda. Lalu apakah pengertian dari derivatif ini. Berikut adalah pengertiannya.

Pengertian Derivatif

Derivatif adalah jenis instrumen investasi yang beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dilansir dari Lifepal, secara umum derivatif adalah produk turunan dari berbagai jenis investasi yang beredar. Sebagai contoh anda melakukan pembelian emas. Terkadang sales akan melakukan penawaran akan produk turunan emas tersebut, yaitu kontrak perdagangan emas.

Jika anda menyutujui, anda akan mendapat grafik dan nilai kontrak dari emas tersebut, bukan emas batangan seperti biasanya.

Secara lebih rinci, pengertian dari derivatif adalah kontrak keuangan  yang terjadi antara dua pihak atau lebih. Hal ini dilakukan untuk memenuhi perjanjian dalam melakukan pembelian atau penjualan aset yang dimiliki. Kontrak ini lalu dijadikan salah satu aset yang bisa diperdagangkan di bursa perdagangan.

Harga dari kontrak ini bervariasi, tergantung dari pihak penjual dan pembeli kontrak tersebut. Selain itu, nilai kontrak ini bisa berubah di masa depan. Berubahnya n ilai ini tergantung akan harga aset atau komoditas yang diperdagangkan dari aset tersebut.

Baca Juga  Tenang Berinvestasi, Berikut Caranya

Instrumen investasi ini juga sudah lama beredar di dunia. tepatnya sudah beredar sejak 1848 di Amerika Serikat (AS). Instrumen ini muncul saat petani gandum panen berlebih yang menyebabkan harga gandum menurun, dan saat tidak panan harga gandum melambung. Hal ini membuat Chicago Mercantile Exchange membuat produk perjanjian penjualan gandum di masa depan bagi petani dengan harga yang sudah ditentukan.

Di bursa perdagangan Indonesia, derivatif yang diperdagangkan adalah derivatif keuangan. Derivatif ini berasal dari aset saham, obligasi, indeks obligasi, indeks saham, mata uang, suku bunga dan berbagai macam instrumen keuangan yang ada.

Jika yang diperdagangkan adalah derivatif dari produk non keuangan seperti komoditas, pengawasan yang dilakukan tidak di BEI. Pengawasan akan produk komoditas akan dilakukan di Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Stock Reverse

Stock Reverse, Pengertian dan Tujuannya

Risiko kelebihan Derivatif

Risiko dan Kelebihan Investasi Derivatif