in

Investasi Jangka Panjang, Masa Depan Lebih Cerah

Wah, THR Lebaran Bisa Tertunda Sampai Akhir Tahun 2020
Uang THR (C) SHUTTERSTOCK

Investasi jangka panjang lebih banyak dilirik oleh para investor yang ingin serius menekuni bidang ini. Utamanya mereka yang ingin mempersiapkan masa depannya agar lebih cerah.

Dalam dunia investasi, ada berbagai jenis investasi berdasarkan beberapa hal. Jika digolongkan berdasarkan jangka waktunya, investor bisa memilih berinvestasi dengan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Masing-masing investasi punya karakter yang harus betul-betul dipahami calon investor.

Anda harus memiliki dasar pemikiran sebelum memutuskan memilih jenis investasi yang mana. Sebab, tidak semua investasi cocok dengan si investor. Ada yang cuma cocok dengan yang berjangka pendek, ada pula yang sebaliknya. Sebaiknya, pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan dana untuk masa depan, sebaiknya memilih investasi jangka panjang.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang memiliki kelebihan memungkinkan Anda untuk menyiapkan dana simpanan untuk masa mendatang dengan uang yang dimiliki sekarang. Yang jelas, waktu untuk menantinya bisa dicairkan lebih lama ketimbang investasi jangka pendek.

Baca Juga  Saham Biasa dan Preferen, Sudah Tahu Bedanya?

Biasanya, keuntungan itu baru bisa Anda nikmati dalam kurun waktu tiga, lima, hingga puluhan tahun setelah berinvestasi. Makanya, investasi jenis ini lebih cocok untuk mereka yang bersifat sabar menantikan sesuatu. Anda yang terburu-buru membutuhkan dana investasi kembali dengan cepat, tak disarankan berinvestasi dengan jangka panjang.

Namun demikian, dengan memilih investasi jenis ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan nominal yang lebih menggiurkan. Keuntungan itu jika ditaksir bisa mencapai dua kali lipat ketimbang keuntungan dari investasi jangka pendek. Tentu, keuntungan ini umumnya sebanding dengan jumlah modal yang disetorkan, juga potensi jenis investasi yang dipilih.

Contoh Investasi Jangka Panjang

Ada sejumlah contoh investasi yang mungkin bisa Anda coba satu persatu. Khusus untuk investasi jangka panjang, terdapat lima pilihan instrumen investasi terpopuler.

Investasi emas, selain tergolong jangka pendek, juga digolongkan investasi janagka panjang. Investsi ini disebut investasi safe haven karena memiliki risiko yang cukup rendah. Selain itu, nilai emas juga lebih stabil daripada investasi mata uang asing. Cara berinvestasinya pun lebih mudah.

Baca Juga  8 Ide Investasi Online Tahun 2020 (Part 1)

Anda juga bisa memilih berinvestasi di sektor properti, karena potensi keuntungannya yang cukup besar. Meski modal yang dibutuhkan besar, keuntungan yang dijanjikannya kelak pun lebih besar. Anda bisa melakukannya dengan cara crowdfunding.

Reksa Dana Saham adalah pilihan investasi berjangka panjang lainnya. Investasi jenis ini banyak dicari kaum milenial karena dianggap lebih mudah dilakukan. Anda pun akan dibantu oleh Manajer Investasi (MI) untuk memilih saham mana yang cocok untuk dibeli. Namun, Anda patut waspada lantaran investasi ini tergolong high risk high return.

Pilihan lainnya adalah investasi tabungan berjangka. Dengan membuka tabungan ini maka Anda memiliki keuntungan menarik yang bisa diambil dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Keuntungannya menggiurkan karena bunga yang ditawarkan lebih tinggi daripada tabungan biasanya.

Ada pula investasi saham bluechip yang bisa Anda coba. Saham Bluechip adalah saham yang memiliki nilai yang bagus, di atas Rp40 triliun. Keuntungan investor saham adalah berupa deviden atau pembagian laba. Namun, Anda harus waspada karena nilai saham cukup fluktuatif, berpotensi naik turun setiap saat.

Baca Juga  Investasi Obligasi, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
jenis derivatif

Jenis Derivatif yang Anda Harus Tahu

bank mandiri adaptasi

Bank Mandiri Adaptasi Menuju New Normal